Minggu, 20 Mei 2018 04:56 WIB
citraland

Nasional

10 Defile Sukses Hebohkan Launching Jember Fashion Carnaval 2018

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Kehebohan hadir lagi di Balairung Soesilo Sudarman, Selasa (17/4). Gedung berkapasitas 1.000 tempat duduk itu penuh sesak oleh para tamu. Mereka hadir untuk menyaksikan Launching Jember Fashion Carnaval (JFC) 2018. Rencananya, JFC 2018 sendiri akan digelar 7 hingga 12 Agustus, di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Launching JFC 2018 dimeriahkan penampilan 10 defile. Aksi ini sukses menghipnotis pengunjung. Mereka semua sibuk dengan gadget untuk merekam, memfoto dan mengaplod fashion show terbesar ketiga di dunia itu. JFC menjadi yang ketiga setelah NottingHill Amerika Serikat, dan Reunion Prancis.

Saat defile keluar satu persatu, tepuk tangan pengunjung langsung bergemuruh. Apalagi permainan LED  juga memukau. Mengusung tema ASIALIGHT, costume defile kali ini mewakili berbagai negara di Benua Asia.

Mulai dari defile dengan tema Kujang yang menjadi Pusaka Nusantara, Stars simbol dari cahaya. Lalu adapula yang mewakili Thailand dengan negara kerajaan Seribu Pagoda.

Dilanjutkan dengan Silla salah satu dari tiga kerajaan besar di Korea yang memiliki gendang tradisional bernama Seyogo berbentuk jam pasir. Serta Shogun, yang merupakan pemimpin para pejuang Samurai di era kekaisaran kuno Jepang.

Ada juga Bian lian, seni mengubah wajah dalam opera China yang luar biasa juga diimplementasikan di costume JFC. Belum lagi Babilonia yang pernah menjadi negara kuno paling makmur dalam sejarah Irak. Kemudian Ottoman (Turki) kekaisaran yang memiliki kekuasaan lintas benua dan menjadi pusat interaksi antara dunia Barat dan Timur. Dan yang terakhir ada India yang dikenal dengan negeri penari.

"Bagus sekali. Saya tidak meragukan kali terhadap JFC. Originalitas dan konsistensi sangat kuat. Untuk fashionnya juga sangat kuat untuk national costume," ujar Menpar Arief Yahya saat launching Jember Fashion Carnaval 2018.

Namun, Menpar Arief Yahya juga menegaskan, JFC belum ada commercial value. Untuk itu, Menpar menginginkan tiap even dihitung commercial valuenya, termasuk JFC. Sehingga, JFC bisa menjadi Top 3 100 Calendar of Event yang ada di Indonesia.

"Kemenpar punya Top 100 CoE, diatas itu ada top 10 nya. JFC layak menjadi Top 3 Calendar of Event. Saingannya yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB) yang sudah puluhan tahun diselenggarakan," kata Menpar Arief Yahya.

Pria asal Banyuwangi itu lantas menyebut festival adalah investasi. Sebab, bangsa ini kuat dari segi culturalnya. Ada kemungkinan yang punya nilai commercial value adalah cultural valuenya.

"Bangsa ini bisa bersaing hanya di culture industry. Di pertanian saya ragu-ragu. Di Manufacturing kita kalah, yang kemungkinan akan menang itu di Cultural Industry," pungkas Arief Yahya.

Sementara itu Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynand Fariz mengatakan, di edisi ke-17 ini, karnaval fashion pertama di jalan raya dengan catwalk sepanjang 3,6 kilometer ini akan menampilkan ribuan kostum. Para peraganya mulai dari anak-anak, dewasa, dan hewan peliharaan.

“Impian kami, kedepannya JFC ada di Peringkat pertama di dunia. Karena, JFC memiliki karya-karya yang fantastis dan kreativitas yang tinggi, serta didukung seluruh lapisan masyarakat yang ada di Jember,” ujar Dynan.

Dynan menambahkan, JFC-17 lebih istimewa. Karena menjadi bagian untuk mempromosikan dan menyemarakan Asian Games 2018. Ajang ini akan berlangsung 18 Agustus hingga 2 September, di Jakarta dan Palembang.

“Kemeriahan JFC-17 yang mengangkat ASIALIGHT (Cahaya Asia) berdekatan dengan tagline Asia Games 2018, yaitu ‘Energy of Asia’. JFC akan menjadi  promosi yang efektif untuk pesta olahraga terbesar di Asia tersebut,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Bupati Jember Faida menjelaskan, bagi wisatawan luar negeri, yang diingat dari Jember adalah Jember Fashion Carnival. Padahal, Jember sudah memiliki 5C. Yaitu  coffee, cacao, cigarette, culture, carnaval. (ags/lis)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pariwisata 

Berita Terkait

IKLAN