Senin, 28 Mei 2018 06:15 WIB
citraland

Nasional

Ketua DPR Soroti Gaji Guru Honorer di Bawah UMK

Redaktur: Redjo Prahananda

Foto : Ilustrasi Jawa Pos

INDOPOS.CO.ID - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menyoroti gaji guru honorer di banyak daerah yang masih jauh di bawah upah minimum kabupaten/kota.   Menurut dia, harus ada upaya ekstra agar para guru honorer digaji di atas UMK.

Bambang mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) segera menggandeng pemerintah daerah memetakan guru-guru honorer di seluruh Indonesia.“Sekaligus mengecek dan mengevaluasi guru-guru dengan upah di bawah UMK,” ujar Bamsoet, Sabtu (5/5).

Legislator Partai Golkar itu menambahkan,  pencariran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sering terlambat perlu mendapat evaluasi

Padahal, lanjut dia, menurut Peraturan Mendikbud Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah,  15 persen dari dana BOS bisa d menggaji guru honorer. Karena itu pencairan dana BOS  bisa tepat waktu.“Agar gaji guru honorer tidak lagi terhambat,” harap dia.

Bamsoet juga meminta pemda lebih memperhatikan kesejahteraan guru. “Terutama guru honorer, agar upah dapat sesuai dengan jam kerja dan minimal sesuai dengan UMK setempat.”

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan, pemerintah sebaiknya membuat regulasi turunan mengenai guru atau tenaga pengajar honorer secara spesifik dari ketentuan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.“Agar guru atau tenaga pengajar honorer bisa mendapatkan perlindungan gaji dan fisik secara jelas,” cetusnya.  (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #gaji-guru #dpr-ri 

Berita Terkait

IKLAN