Senin, 28 Mei 2018 06:11 WIB
citraland

Internasional

Lebanon Pilih Parlemen Baru

Redaktur:

PEMILIHAN UMUM – Dua pemilih mencari nama mereka di sebuah tempat pemungutan suara di kota pelabuhan Tripoli Lebanon utara sebelum pemungutan suara pada Minggu (6/5) dalam pemilihan parlemen pertama Lebanon dalam sembilan tahun. AFP PHOTO / MARWAN TAHTAH

INDOPOS.CO.ID - Jajak pendapat telah dibuka di Lebanon untuk melakukan pemilihan parlemen pertama dalam hampir satu dekade. Pemilu terakhir di negara itu dihelat pada 2009, yang seharusnya digelar selama empat tahun sekali. Seperti dilansir BBC, Minggu, (6/5), parlemen sebelumnya telah memperpanjang masa jabatannya dua kali karena ketidakstabilan di negara tetangga, yakni Syria.

Parlemen yang baru akan mengubah sistem pemungutan suara, mengurangi jumlah distrik, dan dan menggunakan sistem proporsional berdasarkan daftar untuk pemungutan suara, dengan kursi didistribusikan di antara berbagai kelompok Kristen dan Islam.

Lebanon telah lama memiliki sistem politik pembagian kekuasaan antara berbagai kelompok agama. Jumlah kursi di parlemen terbagi antara Kristen dan Muslim.

Presiden, perdana menteri, dan juru bicara parlemen harus masing-masing berasal dari latar belakang agama tertentu. Perdana Menteri saat ini Saad Al Hariri menyebabkan krisis politik yang signifikan pada bulan November, ketika ia melarikan diri dari Lebanon ke Arab Saudi, mengumumkan pengunduran dirinya dalam pidato yang disiarkan televisi.

Apalagi Hariri mengaku takut terjadi upaya pembunuhan. Uni Eropa mengatakan, telah mengerahkan para pengamat pemilihan ke semua distrik pemilihan Lebanon.

Nantinya, parlemen baru punya tugas besar menghadapi masalah-masalah utama seperti nasib sejumlah besar pengungsi yang telah memasuki negara itu sejak pecahnya perang saudara Syria. Selain itu harus menyelesaikan masalah kesulitan ekonomi Lebanon yang terus berlanjut. (ina/trz/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pemilihan-umum 

Berita Terkait

IKLAN