Senin, 21 Mei 2018 05:55 WIB
citraland

Nusantara

Waspada Money Politics Diselipkan Upal di Pilgub NTT

Redaktur:

ILUSTRASI-Tulisan ‘Tolak Politik Uang’ dalam stiker. Foto: dok

INDOPOS.CO.ID- Hari pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 tinggal menyisakan waktu satu bulan ke depan. Suhu panas politik pun merebak hampir di seluruh daerah yang sedang menyelanggarakan Pilkada. Tak terkecuali di Nusa Tengara Timur (NTT).

Satu hal yang menjadi perhatian serius berbagai kalangan adalah maraknya money politics. Praktik politik transaksional ini dari waktu ke waktu terus saja muncul tiap kali diselenggarakannya Pemilihan Umum (Pemilu) seperti Pilkada.

Begitupun yang terjadi di NTT. Tak hanya tentang praktik politik uang, di wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste tersebut juga telah muncul isu beredarnya uang palsu (upal). Hal ini ditengarai karena money politics yang akan digunakan dalam jumlah besar, juga akan diselipkan dengan upal.

Menanggapi hal itu, Koordinator Masyarakat Flores Bersatu (MFB) Yulius Sebastian mengatakan, praktik money politics di Pilkada akan menciderai demokrasi. Karena masyarakat ‘dipaksa’ untuk memilih salah satu kandidat dengan ‘iming-imimg’ uang. Dan ini akan merusak banyak hal. Salah satunya jujur dan adil (jurdil) yang seharusnya dijaga di ajang Pilkada.

”Meskipun saya yakin, saat ini masyarakat sudah jauh lebih cerdas dalam bersikap secara politik. Bisa jadi, meskipun ada yang melakukan money politics, tapi masyarakat akan mengambil uangnya tapi memilih calon yang lain, yang memang benar-benar ia yakini sebagai pemimpin yang baik,” ujarnya, Rabu (9/5) malam.

Sementara, terkait maraknya beredar uang palsu yang akan disebar untuk mempengaruhi masyarakat pemilih, Yulius menegaskan, siapapun yang melakukan itu, merupakan cara-cara keji dalam berpolitik. Dan itu tidak bisa diterima karena bertentangan dengan hati nurani.

”Orang yang tega menyebar uang palsu di masyarakat, sudah pasti sosok yang tidak memiliki moral yang baik. Tidak punya integritas dan tidak berperikemanusiaan. Sosok yang keji seperti ini, sangat tidak layak menjadi seorang pemimpin,” ulasnya.

Jika memang ditemukan indikasi peredaran uang palsu yang akan digunakan untuk money politics, Yulius meminta aparat kepolisian untuk segera memantau dan terjun langsung ke lapangan. Selanjutnya, menangkap siapapun pelaku yang mendistribusikan uang tersebut.

"Tidak hanya selesai pada penyebar uang palsunya, tapi aktor dan tokoh di balik itu harus juga ikut diamankan agar masyarakat tenang dan perhelatan Pilkada bisa berlangsung bersih sehingga menghasilkan pemimpin terbaik," pintanya.

Tak hanya meminta pihak kepolisian untuk bertindak, Yulius juga mengimbau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meneruskan penyelidikan langsung di lapangan untuk menangkap para pelaku pemain curang dari Pasangan Calon (Paslon) Pilkada. Pasca OTT salah satu Cagub NTT, diduga kuat masih banyak pemain serupa.

"Untuk itu, kami 100 persen support KPK yang telah turun di NTT untuk membongkar kasus tersebut, dengan masuk ke kampung-kampung dan segera tangkap jika ada tokoh ataupun tim paslon yang bermain curang di Pilgub NTT," tegasnya. (nym/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilkada-serentak 

Berita Terkait

IKLAN