Jumat, 25 Mei 2018 01:56 WIB
citraland

Tekno

Blockchain Indo 2018, Konferensi Blockchain dan Fintech Terbesar Indonesia

Redaktur:

INDOPOS.CO.ID - Blockchain Indo 2018, konferensi & pameran internasional tentang blockchain, fintech, dan aset digital dibuka hari ini di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta. Konferensi yang digelar selama dua hari (11-12 Mei 2018) ini dihadiri oleh hampir 1000 orang dari seluruh dunia, berkumpul di tempat yang terdiri dari pembicara ahli, peserta dan peserta pameran.

Ada lebih dari 30 perusahaan yang berpartisipasi sebagai sponsor. Mereka memamerkan berbagai platform Blockchain, teknologi baru, ICO dan bisnis digital yang dipimpin oleh sponsor utama financial.org. Sponsor utama lainnya adalah MOS, Summico, Mfun, Fiipay, Next Level Consulting, Elzar Shariah, dan Ultroneum, semuanya dari luar negeri.

Konferensi ini menghadirkan pembicara dari gabungan keahlian global dari Eropa, Amerika dan Asia termasuk dari Indonesia yang membahas tentang teknologi, aspek regulasi dari Blockchain, keuangan Islam, ICO, teknologi baru dan aset digital. Acara ini diselenggarakan bersama oleh Cryptoevent dan Amanah Capital Group Limited serta kemitraan lokal dengan Asosiasi Digital Enterprise Indonesia (ADEI) dan Global Citra Media.

Di antara topik-topik menarik yang bakal menarik perhatian pasar digital Indonesia berasal dari Mr Matthew J Martin. Pakar blockchain sekaligus CEO Blossom Finance ini akan membahas kaitan antara bitcoin dengan ekonomi Islam.

Topik tersebut menarik karena Asia Tenggara, terutama pasar Indonesia memiliki potensi besar untuk sektor Blockchain dan fintech, khususnya di Keuangan Islam dan Bisnis Digital. Beberapa topik yang dibahas di antaranya adalah tentang apakah Bitcoin adalah halal untuk muslim, peraturan tentang aset digital, evolusi crypto dalam manajemen keuangan, wanita dalam blockchain dan blockchain dalam bisnis bunga.

Selain Matthew J Martin, konferensi juga akan diisi oleh pembicara terkemuka di industri seperti Gebhard Scherrer (co-founder DATUM), Ville Oehman (praktisi dana investasi yang terdaftar di Otoritas Moneter Singapura), Robert Ryu (Korean Venture crypto-fund), Dr Zaharuddin AR (ICO berbasis syariah asal Malaysia, Bari Arijono (founder & CEO ADEI), dan sebagainya.

Blockchain INDO 2018 diharapkan untuk membawa ide-ide, pendapat, dan saran baru kepada otoritas tentang bagaimana teknologi baru dapat mempengaruhi ekonomi global dan negara dalam waktu dekat. Ajang ini dapat memberikan beberapa perspektif dan masukan tentang bagaimana Blockchain dan Aset Digital dapat diatur dengan benar di Indonesia. Ada beberapa perusahaan investasi yang berpartisipasi dalam Blockchain INDO sesuai dengan info yang diperoleh dari website www.cryptoeventindo.com. (jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: #teknologi 

Berita Terkait

IKLAN