Senin, 21 Mei 2018 04:08 WIB
citraland

Indotainment

Pemburu di Manchester Biru, Tontonan Inspiratif bagi sang Pemimpi Besar

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Manchester City menjadi juara Premier League musim 2017/2018. Keberhasilan Man City menjadi juara kasta tertinggi kompetisi sepak bola di Inggris tersebut menjadi momentum untuk menggebrak film Pemburu di Manchester Biru.

Pemburu di Manchester Biru film diangkat dari buku karangan Hanif Thamrin. Hani orang pertama dari Indonesian dengan status ‘karyawan’ di Manchester City. Sama seperti buku karangan dia, film Pemburu di Manchester Biru mengangkat kisah perjalanan Hanif Thamrin sampai bisa berkerja di Manchester City.

Sebagai perantau dari Payakumbuh, Sumatera Barat, Hanif Thamrin merantau ke London untuk menyelesaikan sekolah S2, namun menghadapi rintangan dan kesulitan selama hidup di sana. Dia keluar dari zona nyaman dan mengejar kesempatan kedua di Manchester sampai akhirnya dapat bekerja di Manchester City.

"Lewat film Pemburu di Manchester Biru, saya ingin memberitahu anak muda Indonesia bahwa bekerja di klub sepak bola Premier League bukan hanya sekedar impian, tapi bisa terwujud," kata Hanif Thamrin, dalam jumpa pers di Oreima Films.

Dalam film Pemburu di Manchester Biru, tokoh Hanif Thamrin diperankan oleh Adipati Dolken. Film ini juga melibatkan aktor Ganindra Bimo berperan sebagai Pringga, sahabat Hanif Thamrin di Manchester.

"Saya senang sekali dapat memerankan Hanif di film ini. Sepak bola olahraga favorit saya, bahkan saya punya cita-cita ingin menjadi atlet sepak bola. Passion saya terhadap sepak bola akan saya wujudkan di dalam film ini, dan semoga dapat menginspirasi anak muda Indonesia dengan mimpi-mimpi besar," ucap Adipati Dolken

Film Pemburu di Manchester Biru bakal memulai shooting di Kota London dan Manchester pada akhir Mei mendatang. Film ini diproduksi oleh Oreima Films, dan disutradarai Rako Prijanto.

Hanif Thamrin sendiri terlibat dalam film ini sebagai salah satu produser bersama Reza Hidayat."Industri film Indonesia semakin maju dan berkembang, kita sebagai penikmat film butuh tontonan yang beragam, karena film sebagai sarana hiburan tentu harus bervariasi. “

Film Pemburu di Manchester Biru memberikan rasa baru ketika kita membutuhkan hal yang berbeda di tengah-tengah keberagaman. Memberikan pembelajaran bagi kita masyarakat yang sudah terbukti pencinta sepak bola," ungkap sutradara yang meraih penghargaan FFI 2013 tersebut.

"Ketika saya membaca kisah Hanif, saya langsung bermimpi bisa bekerja di klub sepak bola ternama, dan bertemu dengan idola impian, bahkan bekerja di tempat impian semua para pencinta sepak bola menjadi sebuah kesan mendalam.”

Kisah ini menginspirasi bagaimana sebagai putra Indonesia bisa menjadi bagian dari dunia, dan bekerja di sebuah klub olahraga manapun. “Bertemu dengan idola kita setiap hari dan bersorak untuk tim idaman dari kecil," timpal Reza Hidayat. (rej)


TOPIK BERITA TERKAIT: #film 

Berita Terkait

Lagi, Iko Uwais Bikin Bangga Indonesia

Indotainment

Iko Uwais Adu Akting dengan Mark Wahlberg

Indotainment

Ria Ricis Sempat Bikin Syuting Target Molor

Indotainment

IKLAN