Senin, 21 Mei 2018 05:58 WIB
citraland

Politik

Konfederasi Ala Barisan Mahathir Harus Ditiru Koalisi Penantang Jokowi

Redaktur: Redjo Prahananda

Ilustrasi.

INDOPOS.CO.ID - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga penggagas #2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera menyatakan, kemenangan Mahathir Muhammad atas incumbent Najib Razak menjadi pembelajaran partai oposisi untuk meraih kemenangan di Pilpres 2019.

Pembelajaran utama, kata Mardani, adalah bagaimana kemenangan Pakatan Harapan yang merupakan konfederasi atau gabungan (koalisi) dari empat partai, Democratic Action Party (DAP), Partai Keadilan Rakyat (PKR), Partai Amanah Negara (PAN) dan Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM) yang mampu mengedepankan kepentingan yang lebih besar ketimbang kepentingan suara per partai.

"Yang bisa kita petik adalah bagaimana koalisi barisan oposisi di Malaysia itu bisa ditiru oleh koalisi oposisi yang ada di negeri ini. Yakni teorinya seperti sapu lidi yang jika disatukan dapat membawa gelombang besar ketimbang jalan sendiri-sendiri," ucap dia kepada INDOPOS, Sabtu (12/5).

Dirinya pun mengibaratkan untuk di Indonesia adalah bersatunya empat partai, Gerindra, PKS, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Bulan Bintang (PBB). "Bagi empat partai, wacana ini sangat layak dilakukan karena banyak kesamaan dalam langkah perjuangan.”

Kedua, pelajaran pentingnya adalah mahalnya harga sebuah tokoh sentral. Dimana pada PRU (Pilihan Raya Umum) ke-14 tahun 2018 ini muncul tokoh besar bernama Mahathir Mohamad. "Mahathir Mohamad menjadi magnet atas tiga alasan. Yakni Pertama, Mahathir bukanlah salah satu Ketua umum partai yang berkoalisi," ucap dia.

Partai Bersatu besutan Mahathir, Ketuanya Muhyind Yasin. "Jadi pilihan Mahathir membuat keempat partai nyaman," ujar dia.

Kedua, ketokohan Mahathir sebagai Bapak Pembangunan Malaysia tetap kuat. Bagi pendududk luar bandar ( pedesaan) khususnya, Mahathir Mohammad adalah Bapak Pembangunan Malaysia. "Suara pedesaan (rural area) yang selama ini jadi basis BN bisa diambil koalisi PH," tuturnya.

Lalu, Mahathir Mohammad selalu bersuara lugas dan jelas dalam menentang adanya serbuan TKA Cina di Malaysia.

"Serbuan pengusaha Tiongkok yang membawa sentimen ketersinggungan lokal diangkat dengan lugas dan jelas oleh Mahathir. Dampaknya suara Melayu menjadi basis BN banyak diambil Pakatan Harapan. Pelajaran mahal, harga sebuah ketokohan. Bukan membangun dengan wacana, dengan pencitraan ataupun politicking tapi dengan naiknya secara signifikan kesejahteraan dan martabat bangsa," terang dia.

Pelajaran lain yang bisa dipetik dari kemenangan koalisi Pakatan Harapan adalah kecerdasan menggunakan social media.

Dikarenakan, koalisi partai oposisi di Malaysia itu tidak mendapat saluran resmi di berbagai media mainstream, maka digunakanlah Facebook live dan seluruh lini socmed baik twitter, instagram dll untuk kanal kampanye.

"Dengan infrastruktur jaringan internet yang baik strategi ini berjalan dengan sukses. Dan itulah yang juga harus dicontoh oleh kami yang melakukan gerakan #2019GantiPresiden," tukasnya.

Bahkan, lanjutnya, banyak pengamat mengatakan tagar ini menjadi trend setter dan pendukung Pak Jokowi malah terjebak menjadi follower.

"Karena itu, kemenangan Tun Dr Mahathir mengalahkan petahana dapat menjadi salah satu pelajaran bagi semua relawan Gerakan #2109GantiPresiden. So, let’s work as smart and as ikhlas as possible. Insya Allah, bisa #2019GantiPresiden," pungkas dia. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #pilpres-2019 

Berita Terkait

IKLAN