Kamis, 24 Mei 2018 10:53 WIB
citraland

Banten Raya

Pemicu Kerusuhan Bayah Diciduk

Redaktur: Redjo Prahananda

INDOPOS.CO.ID - Salah seorang pemicu terjadinya kerusuhan yang berujung pengurusakan Mapolsek dan pembakaran sejumlah unit kendaraan dinas milik polisi oleh para nelayan berhasil diciduk oleh tim gabungan polres Lebak dan polda Banten,Senin (14/5).

Tersangka yang berhasil diciduk dari tempat persembunyian itu adalah Hendra Efendi,warga Kampung Cipunagara RT 03,RW 04 Desa Cihara,Kabupaten Lebak, yang mengaku sebagai anggota ormas dan LSM Komisi Pemantau Korupsi (KPK).

“Satu orang yang diduga sebagai pemicu kerusuhan di Bayah sudah berhasil kita amankan,sementara yang lainnya masih dilakukan pengejaran oleh tim gabungan dari Polres Lebak dan Polda Banten,” ungkap seorang anggota Polres Lebak yang enggan ditulis namanya kepada INDOPOS,Senin (14/5).  

Dari tangan tersangka berhasil diamankan satu unit mobil Daihatsu Xenia warna hitam Nopol B 1539 PKL dan handphone milik korban Bubun merk Polytrin Model PL 4MG yang dirampas oleh komplotan yang mengaku sebagai anggota Polsek Bayah tersebut saat menuculik H Anwar bos benur di Kp Jogjokan,Desa Darmasari,Kecamatan Bayah,Sabtu (12/5) lalu.

Sementara tiga orang anggota komplotan bersenjata api berinisial TH,SD alias JL,dan AD, semuanya warga Kecamatan Wanasalam,Kabupaten Lebak masih dalam pengejaran polisi.”Tiga orang tersangka lainnya masih dalam pengejaran,” cetus sumber INDOPOS.

Kapolres Lebak AKBP Dani Aranto yang dikonfirmasi tidak membantah adanya penangkapan salah seorang tersangka pemicu kerusuhan di Bayah yang mengaku sebagai anggota polisi saat menculik H Anwar bos benur dan menabrak sejumlah nelayan saat akan membawa H Anwar ke arah Pelabuhanhratu.”Betul,baru satu orang yang sudah kami tangkap,” ujar Kapolres.

Sehari sebelumnya, sebanyak 16 nelayan yang diduga terlibat penyerangan ke Mapolsek Bayah disertai pembakaran sejumlah unit kendaraan dinas milik polisi juga sudah berhasil diciduk oleh pihak kepolisian di kediaman mereka masing masing.

Para nelayan yang ditangkap tersebut dibawa ke Mapolda Banten untuk menjalani proses hukum,karena kasus tersebut langsung ditangani oleh Polda Banten.”Ke 16 orang nelayan yang melakukan tindakan anarkis sudah berhasil kami amankan dan langsung dibawa ke Polda, karena  proses hukumnya ditangani oleh Polda Banten,” ujar Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto.

Kapolres menyebutkan,rata rata nelayan yang sudah berhasil diamankan itu adalah nelayan yang berasal dari Bayah.”Mereka diamankan di rumahnya masing masing dan umumnya adalah nelayan yang dari Bayah.Tidak ada upaya perlawanan dari nelayan saat dilakukan penangkapan,” tuturnya.

Dua dari 16 oran nelayan yang sudah ebrhasl diamnakan itu,dua dinayaranya langsug menyetahkan diri kepada Kapolres,yatu amsing amsing berinisial YU dan YO."Dua pelaku bernisial YU dan YO menyerahkan diri ke saya. Sementara 14 lainnnya ditangkap di kediaman mereka masing masing," jelas Kapolres.

Ke 14 orang yang ditangkap berinisal berinsila AS (50), A (20), F (27), J (20), E (50), D (35), H (36), G (40), R (32), H (33),  MH (39), S (38), AH (33), dan M (40). Untuk selanjutnya, mereka akan menjalani pemeriksaan di Polda Banten. (yas)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kriminal #nelayan 

Berita Terkait

Brutal Hanya Gara-Gara Cinta Ditolak

Internasional

Kemiskinan Memicu Maraknya Kejahatan

Jakarta Raya

Polisi Ungkap Kasus Penculikan Anak

Nusantara

Polisi Tangkap Mahasiswa Pembeli Sabu

Jakarta Raya

PSK Orientasi Seks Sadis Ditangkap

Jakarta Raya

IKLAN