Selasa, 22 Mei 2018 07:03 WIB
citraland

Headline

Bupati BS dan Istri Mudanya Tersangka KPK

Redaktur:

Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/5).

INDOPOS.CO.ID – Apa jadinya, suami-istri yang sebelumnya menjadi ‘penguasa’ di daerahnya, kini harus bersama-sama mendekam di rumah tahanan (rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini lah yang dialami Bupati Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud, dan istri mudanya, Hendrati, setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga antirasuah tersebut. Mereka tertangkap tangan di rumahnya.

KPK menetapkan tersangka Rabu (16/5) malam kepada dua orang lainnya, yakni Nursilawati, kasi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkulu Selatan dan Juhari, yang merupakan kontraktor atau pemberi suap.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan menjelaskan, operasi tangkap tangan tersebut berdasarkan aporan masyarakat. Ada ndikasi adanya pemberian suap kepada Bupati, terkait pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Bengkulu Selatan.

“Tim kita berhasil mengamankan uang tunai senilai Rp 85 juta, bukti transfer sebesar Rp 15 juta dan dokumen terkait rencana umum pengadaan (RUP),” kata Basariah.

Diduga, penerimaan total Rp 98 juta merupakan bagian dari 15 persen komitmen fee yang disepakati, sebagai setoran kepada bupati atas lima proyek penunjukan langsung pekerjaan infrastruktur. Nilai proyek tidak cukup besar, ‘hanya’ sebesar Rp 750 juta. Sehingga komitmen feenya adalah sebesar Rp 112.500.000.

“Uang diberikan oleh Juhari selaku kontraktor yang telah menjadi mitra, mengerjakan beberapa proyek sejak tahun 2017 lalu di Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan,” lanjutnya.

Pasal yang disangkakan kepada penerima, Dirwan Mahmud, Hendrati dan Nursilawati, yakni melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 undnag-undang  nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sebagai mana telah dirubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara Juhari selaku pihak yang memberi disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf a dan huruf batau pasal 13 undang-undang nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan undang-undnag nomor 20 tahun 2001.

Mulai Rabu (16/5), pasangan suami istri ini mulai merasakan ruang sempit di rutan KPK, hingga proses pengadilan. (nue)

 


TOPIK BERITA TERKAIT: #dirwan-mahmud #ott-bupati-bengkulu-selatan #bupati-bengkulu-selatan 

Berita Terkait

IKLAN