Kamis, 24 Mei 2018 10:49 WIB
citraland

Internasional

Tikam Dua Anak Majikan, Pengasuh Dihukum Penjara Seumur Hidup

Redaktur:

VONIS HUKUMAN – Yoselyn Ortega dihukum seumur hidup lantaran membunuh dua anak yang ditikamnya. Net

INDOPOS.CO.ID - Seorang pengasuh dihukum penjara seumur hidup karena membunuh dua anak yang ditikamnya di apartemen mewah di New York City. Hakim yang menjatuhkan hukuman kelapa perempuan bernama Yoselyn Ortega tersebut mengatakan, hal itu adalah kejahatan murni.

Lucia, 6 tahun, dan adiknya Leo, 2 tahun, ditemukan oleh ibu mereka di bak mandi dengan tubuh penuh luka dan berlumur darah pada 25 Oktober 2012. Ortega mengaku dan memperilhatkan kalau ia sakit jiwa, namun jaksa menolak pengakuannya.

Ortega saat meminta maaf terlihat sangat terguncang pada Senin, (14/5). Berbicara dalam bahasa Spanyol melalui seorang penerjemah, dia mengatakan, ia menyesal atas semuanya. "Saya berharap ada pengampunan," katanya di pengadilan dilansir BBC, Selasa, (15/5).

Selama dua bulan persidangan di Mahkamah Agung di Manhattan, ibu dari korban, Marina Krim mengatakan kepada pengadilan bahwa pada saat itu dia pulang dengan anaknya yang lain, Nessie yang berusia tiga tahun. Dia juga menggambarkan bagaimana dia kemudian menyaksikan Ortega menikam dirinya sendiri di leher dalam upaya bunuh diri.

Krim kemudian ditemukan oleh polisi menangis dan berteriak histeris, berpegangan pada anaknya yang masih hidup. "Aku hanya ingin bangun dari mimpi buruk yang aku tahu ini bukan mimpi buruk. Itu nyata. Ini seperti film horor total," kata Krim kepada para jaksa.

Setelah dua hari pertimbangan, jaksa menilai Ortega bersalah atas empat dakwaan. Antara lain, dua tuduhan pembunuhan tingkat pertama, dua dakwaan pembunuhan tingkat dua. Jaksa penuntut mengatakan, Ortega tidak puas karena dia merasa dia terlalu banyak bekerja.

Ortega juga berjuang untuk membayar uang sekolah untuk putranya yang berusia 17 tahun. Ia membawa putranya ke AS dari Republik Dominika dan terdaftar di sekolah swasta.

Tim pengacara para pengasuh berpendapat, ia menderita penyakit mental kronis dan secara mental tidak mampu bertanggung jawab atas tindakannya. Pengacaranya mengatakan, ia telah berhalusinasi atas perintah dari iblis untuk membunuh anak-anak dan dirinya sendiri.

Kevin Krim, ayah anak-anak itu, sedang dalam perjalanan bisnis pada saat pembunuhan. Kedua orangtua meninggalkan ruang sidang sebelum hukuman dijatuhkan. (iml/JPC)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kriminal 

Berita Terkait

Brutal Hanya Gara-Gara Cinta Ditolak

Internasional

Kemiskinan Memicu Maraknya Kejahatan

Jakarta Raya

Polisi Ungkap Kasus Penculikan Anak

Nusantara

Polisi Tangkap Mahasiswa Pembeli Sabu

Jakarta Raya

PSK Orientasi Seks Sadis Ditangkap

Jakarta Raya

Pemicu Kerusuhan Bayah Diciduk

Banten Raya

IKLAN