Foto

Sekali ke Merbabu, Empat-Lima Gunung Terpantau

INDOPOS.CO.ID-Ibarat peribahasa ‘sekali mendayung, dua-tiga pulau terlampaui’. Sekali mendaki Gunung Merbabu, empat-lima gunung terpantau. Setidaknya itu yang disaksikan Tim Pendaki Kura-Kura saat mendaki Gunung Merbabu yang memiliki ketinggian 3.142 mdpl (meter di atas permukaan laut) pada 29-30 April 2019. Tim sebanyak 10 orang ini terdiri dari berbagai latar belakang antara lain pegawai bank, swasta, media massa (INDOPOS), dan sebagainya. Mereka di antaranya Om Tito, Om Anto, Om Hergun, Om Yosia, Om Sigit, Om Wahyu, Om Gaper, Om Juni, Mila, dan Vera.

            Dari sisi lereng dan puncak Merbabu, pendaki bisa menyaksikan dengan jelas Gunung Merapi (2.930 mdpl) yang sedang mengeluarkan kepulan asap dari mulut kawah. Dari Merbabu pula dapat terlihat puncak gunung lainnya seperti Gunung Sindoro (3.136 mdpl), Sumbing (3.371 mdpl),  Slamet (3.428 mdpl), dan Lawu (3.265 mdpl).

Secara administratif gunung yang pernah meletus pada 1560 dan 1797 ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan, Kabupaten Semarang di lereng sebelah utara, Jawa Tengah (Jateng).

Merbabu yang merupakan gunung api bertipe Strato memiliki tiga puncak utama, yaitu Puncak Trianggulasi, Puncak Kentengsongo, dan Puncak Syarif. Nah yang perlu diperhatikan para pendaki, suhu di Merbabu memiliki udara dingin dan berkabut tebal, sedangkan hutannya lebat namun homogen, dan terdapat sabana atau padang rumput yang luas. Selain itu, pendaki disarankan membawa air dari bawah lantaran tidak ada sumber air di jalur pendakian.

Untuk jenis satwa penghuni Merbabu di antaranya elang jawa, elang hitam, burung lainnya, alap-alap sapi, elang-ular bido, ayam hutan, tekukur, gelatik batu, kijang, landak, musang luwak, monyet ekor-panjang, macan tutul, dan sebagainya. Dalam pendakian tim sempat menjumpai monyet dan beberapa burung seperti burung jalak.

Sementara jalur pendakian Merbabu antara Kopeng Thekelan (Kota Salatiga), Jalur Wekas (Kabupaten Magelang), Jalur Kopeng Cunthel (Salatiga), Jalur Selo (Kabupaten Boyolali), Jalur Suwanting (Magelang). Pendakian Selo menjadi jalur favorit para pendaki. Pemandangan yang indah dengan dua sabana yang menghampar membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

Tim Kura-Kura mendaki via Selo pada pagi hari. Kebetulan saat menapaki trek, kondisi cuaca kurang bersahabat dengan turun hujan. Akibatnya jalur pendakian menjadi licin dan berlumpur. Beberapa pendaki harus bekerja keras untuk mencapai puncak. ”Iya jalurnya becek dan licin. Jadi kita harus hati-hati naiknya,” ujar Mila, seorang pendaki ABG. Mendekati sore hari, pendakian dihentikan di Pos 3 dengan membuka tenda dan beristirahat semalam. Baru paginya perjalanan dilanjutkan kembali. Bersyukur sejak malam hingga pagi hari cuaca berangsur membaik, sehingga mempermudah pendakian. Dan akhirnya dua puncak, yakni Kentengsongo dan Trianggulasi bisa digapai. (Juni Armanto/Pemred Harian INDOPOS)

 

Foto Lainnya

Sidang PHPU Pilpres 2019

Hukum

Demo Tolak Rusuh

Megapolitan

Strategi Tirta Mengejar Pertumbuhan Usaha

Ekonomi

Tingkatkan Pendapatan, BOSS Genjot Produksi

Ekonomi

Aksi Simpatik

Megapolitan

HOKI Sebar Dividen 29 Persen dari Laba Bersih 2018

Ekonomi

Bali United Club Pertama Listing di BEI

Ekonomi

Kick-off Milo Jakarta International 10K 2019

Ekonomi

Bima Sakti Pertiwi Ekspansi Usaha

Ekonomi

Tuntut MK Adil

Megapolitan

Suasana Sidang PHPU Sengketa Pilpres 2019

Megapolitan

Suasana Sidang PHPU Sengketa Pilpres 2019

Megapolitan

Suasana Gedung MK Jelang Sidang Pilpres

Megapolitan

MBAP Bagikan Dividen Rp 71 Miliar

Ekonomi

Penawaran Umum Berkelanjutan Moratelindo

Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Optimistis

Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi Optimistis

Nasional

Pencatatan Saham Perdana Hotel Fitra

Ekonomi

Hunian Tepi Rel Kereta

Megapolitan