Nasional

Macet, Padat, Sesak, di Semua Objek Wisata

Editor:

Indopos.co.id- Jutaan manusia Indonesia saat ini sedang bete, sebel, dan mudah tersulut emosi, bahkan sejak semalam. Terutama yang sudah lama merencanakan liburan akhir tahun 2015. Bagaimana tidak? Jalanan macet, jalur Jakarta-Bandung, Jakarta-Bogor, padat merayap, kecepatan nyaris 0 km perjam. Macet itu sudah bisa diduga, long week end bergandengan dengan liburan akhir tahun, ditambah Maulud Nabi dan Natal. Sudah begitu, promosi Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia Kemenpar juga habis-habisan, baik melalui TV, digital, maupun selling dengan below the lines. "Weleh sudah stag 4 jam dari Ciawi menuju Gadog," aku Juni Armanto, di status Facebooknya. Status Aro, panggilan Juni Armanto itu langsung disambar friend di medsosnya, Wiro Ribismo. "Saya Jakarta Garut 9 jam," tulisnya. "Sejak pagi jam 7 saya berangkat dari Jakarta, arah Bogor sudah mandek. Saya sarankan jangan ke objek wisata dulu deh, daripada akhirnya berwisata di mobil. Besok subuh sudah harus berangkat," kata Armanto, 24 Desember 2015 pukul 12.30 wib. Kemacetan di tol arah Jakarta-Bogor, Jakarta-Cokampek ujungnya sampai Grogol. Panjang dan nyaris tak banyak harapan bisa lancar. Sedangkan tol dalam kota arah Jakarta kosong, bisa digeber sampai 100 km/jam. Jalur JORR dari Pondok Indah sampai Cikunir 5, padat mandek juga. Tiga simpul objek wisata di Jakarta, Ancol di Utara, Kota Lama di pusat dan TMII di Timur sesak dengan antrean panjang sejak pagi. Pulau Seribu yang menjadi icon wisata bahari Jakarta juga heboh diserbu pengunjung. Liburan sekolah, libur panjang akhir tahun, memang menjadi musim wisata tahunan yang ditunggu-tunggu anak-anak. Ke arah Barat, akses yang membaik ke Pantai Anyer, Pantai Carita, sampai Tanjung Lesung Banten juga berdampak positif. Banyak pelat B (Jakarta) yang touring bersama keluarga ke menyusuri Selat Sunda itu. Suasana pantai memang tidak banyak pilihan bagi warga Jakarta. Ancol bagus, lengkap, cuma perlu variasi baru bagi orang Jakarta untuk membangun cerita adventure bahari yang baru. Bukan hanya ibu kota yang sesak dengan wisatawan. Andy Fong - GM Batam View Nongsa mengakui, promosi Bebas Visa Kunjungan (BVK) dengan branding Wonderful Indonesia sudah mulai terasa detaknya. "Memang akhir tahun 30-31 Desember sampai 1 Januari 2016, sudah booking 80% dari kapasitas hotel dan resort yg tersedia. Minggu depan saya berharap akan tembus 100 persen," kata Andy Fong. Andy menyebut bebas visa itu sangat strategis untuk menarik wisman ke Batam dan Bintan, dengan originasi Singapore. Atau wisatawan asing yang ke Negeri Singa Putih itu, baik yang sedang bekerja di sana atau ekspatriat maupun yang sedang berlibur di Singapore. "Untuk perayaan buka tutup tahun sudah sekitar 300 paket yang terjual, dan pasti akan bertambah. Terima kasih support promosi Wonderful Indonesia oleh Kemenpar maupun Dispar Kepri," kata Andy. Herman Muchtar, Ketua PHRI Jawa Barat menambahkan, target tingkat hunian hotel di wilayahnya tanggal 24-31 Desember 2015 ini 80 persen. Tidak berani 100 persen, karena peningkatan jumlah hotel di Jawa Barat, khususnya Bandung, luar biasa pesat. "Sekarang ada 480 hotel dengan jumlah kamar lebih dati 23.500 rooms," jelas Herman Muchtar. Problem utama Bandung adalah akses. Mecet Jakarta Bandung itu sudah bukan menjadi rahasia umum. Bikin betis kaki kiri lama-lama jadi lebih kekar, karena keseringan menginjak kopling. "Celakanya, kita Bandung sendiri juga macet luar biasa!" aku Herman Muchtar. Cerita lain datang dari Sidoarjo, sekitar 25 kilometer dari Surabaya, Jawa Timur. Purnomo, Guru SMKN Surabaya, asli Desa Gelang, Tulangan yang menjadi salah satu sentra  penjualan souvenir seperti tas kulit, jaket kulit, sabuk kulit, dompet kulit dan sebagainya. "Libur  panjang ini, souvenir dari kulit laris manis," katanya.(*)

Berita Lainnya

Banner

Facebook




Twitter