Nasional

Wisata Diving, Panen di Ujung Tahun

Editor:

Indopos.co.id - Industri pariwisata di Pulau Weh, Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam panen di ujung tanggal di akhir tahun 2015 ini. Wisata diving atau menyelam menjadi andalan, dan paling laku. "Kapasitas hampir semua hotel dan resort di Sabang fully booked, penuh sampai awal tahun 2016," aku Mei Mei, Pulau Weh Resort yang baru saja mejemput divers asing dari bandara. "Terima kasih Kemenpar RI, ini salah satu hasil promosi Wonderful Indonesia di sales mission dan dive expo di Hongkong belum lama. Pasar Hongkong banyak, dengan destinasi menyelam, menikmati Indonesia dari terumbu karang dan biota habitat  laut di dasar laut," ucap Mei yang makin merasakan pentingnya promosi di pasar yang tepat. Hongkong, kata Mei, adalah pasar yang potensial buat destinasi dan atraksi diving. Pulau yang berlokasi di ujung barat Indonesia ini menawarkan eksotisme wisata bahari dan bawah permukaan yang mempesona. Konon ada sensasi green barrier reef, bentangan terumbu karang hijau yang menjadi sabuk pengaman Pulau Weh. "Memang selama ini informasi dan promosinya masih kurang, sekarang dengan Kemenpar, kami lebih leluasa dan banyak channel marketing," kata dia. Di Pulau seluas 60 kilometer itu, memang pasirnya sudah berwarna putih. Airnya jernih dan fisibilitas atau jarak mata memandang di dalam air itu bisa lebih dari 15 meter. "Karena itu, potensi alam kami, sangat kuat. Orang Hongkong, Tiongkok, dan Singapore yang berwisata di sana sangat puas dan ingin kembali lagi," tuturnya. "Sekarang wisatawan dari daratan Tiongkok juga sudah mulai explore Pulau Weh di Sabang, terus meningkat jumlahnya," kata Reza Pahlevi, Kadispar Aceh. Kepulauan Riau (Kepri) juga makin bergairah, bahkan lebih ramai sejak Bebas Vis Kunjungan (BVK) dipromosikan besar-besaran di seluruh dunia. Occupancy hotel pada tanggal 24, 25, 26 Desember 2015 di 4 hotel group Swiss-Inn, Swiss-Belinn, Zest dan Swiss-Belhotel Harbour Bay penuh. Tidak muat lagi, benar-benar terasa gairah bisnisnya. "Tinggal semalam saja, tanggal 23 yang sempat drop di bawah 60%," kata Guntur Sakti, Kadispar Kepri. Menurut Guntur, penyeberangan ferry dari Singapore melalui pintu masuk Terminal Nongsapura juga naik tajam. "Memang sampai akhir desember sudah 85%, tapi sampai awal tahun permintaan terus bertumbuh. Kami yakin bisa tembus 95% bahkan lebih," kata Guntur Sakti. (*)

Berita Lainnya

Banner

Facebook




Twitter