Nasional

Erupsi Tidak Menghalangi Pengunjung Menikmati Liburan Panjang di Bromo

Editor:

Indopos.co.id-Magnet Gunung atau Kawah Gunung Bromo ternyata terus menjadi daya tarik yang sangat tinggi bagi wisatawan. Padahal, Gunung yang berada di daerah Probolinggo, Jawa Timur itu masih aktif mengeluarkan abu Erupsi dan masih dalam posisi bahaya, Siaga 1. "Berkurang memang iya pengunjung, namun di liburan panjang ini, kondisi tetap padat dan tetap sama dengan liburan yang lain. Pengunjung tidak khawatir dengan Erupsi, malah menikmati keindahannya," ujar Sugiarto Agung, Koordinator Keamanan Kawah Gunung Bromo, kepada indopos.co.I'd Pria yang biasa disapa Agung itu memang mengakui, kalau di hari biasa, para pengunjung mengalami penurunan, selain karena Status Siaga 1, Erupsi membuat para pengunjung ada rasa waswas. "Makanya kami jaga keamanan pengunjung juga, tidak boleh terlalu dekat. Minimal radius 5 KM. Istilahnya di kami adalah tanjakan 2," ujar Agung. Memang, kawah Gunung Bromo, Jumat (25/12) pagi sangat terlihat Indah. Apalagi saat matahari terbit. Abu Erupsi yang ganas itu malahan terlihat gemulai di atas kawah dengan ketebalannya dan bentuknya yang unik ke udara. Para pengunjung malah berfoto, memandang dengan khidmat, abu-abu kekuatan alam itu. Ada yang naik kuda, ada yang hanya sekadar minum kopi sambil memandang erupsi. Padahal, dua hari yang lalu Bromo baru saja mengeluarkan Lava. Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Hendra Gunawan, mengatakan kawah Gunung Bromo  mulai melontarkan lava pijar, sejak, 23 November 2015. "Betul, ada visual sinar kemerahan di dalam kawah sekitar tiga harilalu," kata Hendra melalui pesan singkat. Menurut dia, fenomena serupa juga pernah terjadi  pada  erupsi 2004 dan 2010. Sinar api diduga disebabkan oleh lontaran pijar yang hanya di sekitar lubang kawah. "Kemungkinan lontaran material pijar di sekitaran lubang kawah,  belum keluar dari bibir kawah," katanya. Saat sinar api tersebut teramati, kata dia, amplitudo dominan tremor lebih kurang 7 milimeter. Kendati demikian, status aktivitas Gunung Bromo masih tetap di level III. "Karena ancaman bahaya letusan masih di dalam radius 2,5 kilometer, maka tingkat aktivitas masih tetap level III atau level Siaga," kata Hendra. Sementara itu, berdasarkan informasi  dari Pos Pengamatan Gunung Api Bromo, secara visual cuaca terlihat cerah dengan sesekali mendung. Angin berembus tenang dan suhu tercatat 17-24 derajat Celcius.(lis) 

Berita Lainnya

Banner

Facebook




Twitter