Selasa, 25 September 2018 12:30 WIB
pmk

Fokus

Sehat Itu Mahal, Maka Periksakan Kesehatan Anda Sedini Mungkin

Redaktur:

indopos.co.id - Bagi kaum hawa, jangan segan-segan untuk memeriksakan kesehatan diri Anda ke klinik atau rumah sakit. Jangan sampai kesehatan Anda terganggu karena bisa merusak aktivitas sehari-hari. Ingat, kesehatan itu mahal harganya. Jika melihat kondisi saat ini, banyak kaum ibu yang terserang penyakit kanker payudara. Apesnya, mereka baru mengetahui ketika sudah masuk stadium lanjut. Tentu kondisi seperti itu sangat disayangkan karena sedari awal tak memeriksakan kesehatan diri secara rutin. Dalam sebuah kesempatan, dokter spesialis bedah onkologi dari Rumah Sakit Siloam MRCCC Semanggi, Samuel J Haryono menuturkan bahwa kaum wanita memang rentan terkena penyakit kanker payudara. Usianya menggerogoti mereka, biasanya antara 47-50 tahun yang disebabkan bisa dari faktor genetik atau hormonal. "Ibu-ibu harus tahu masalah ini karena usia mereka berisiko terkena penyakit ini. Karena itu, perlu pemeriksaan lebih awal, screening lebih dini,” tutur Samuel. Kanker payudara, sebagaimana diketahui, merupakan penyakit mematikan nomor dua setelah kanker leher rahim. Oleh karenanya, kaum wanita begitu takut dengan penyakit tersebut. Meski demikian, kaum pria pun bisa terkena kanker payudara jika tak berhati-hati. Penyakit ini tidak menyerang kulit payudara yang berfungsi sebagai pembungkus. Kanker payudara menyebabkan sel dan jaringan payudara berubah bentuk menjadi abnormal dan bertambah banyak secara tidak terkendali. Lantas, bagaimana harapan hidup bagi pengidap penyakit jenis ini? Dalam hal ini, wanita yang terkena kanker payudara dapat digolongkan berdasarkan usia. Jika usianya 45 tahun hingga 64 tahun, harapan hidup masih sekitar 85 persen. Namun jika usia pengidap penyakit ini di bawah 45 tahun, harapan hidup lebih kecil, yaitu 81 persen. Menurut Samuel, tidak ada pengobatan alternatif untuk penyembuhan kanker payudara. Menurutnya, pengobatannya melalui operasi, kemoterapi dan hormonal. Dia mengingatkan kembali pemahaman dan sudut pandang mengenai penanganan pasien kanker payudara. “Menurut saya, dalam setiap terapi penanganan pasien kanker, selalu ada temuan-temuan baru yang mengikutinya, baik dari aspek biologis maupun varian alami yang memicu munculnya masalah kesehatan wanita,” jelasnya. Lain kanker payudara, lain pula masalah kehamilan. Untuk urusan ini, Rumah Sakit Siloam juga handal memberi pelayanan terhadap pasien ini. Bahkan, rumah sakit swasta yang berada di bawah naungan Lippo Group ini siap memberikan konsultasi pada ibu-ibu ingin atau sedang hamil. Bahkan, para dokter di Rumah Sakit Siloam Lippo Cikarang menyarankan kepada ibu-ibu untuk tidak menganggap remeh waktu yang tepat untuk memeriksakan kandungannya. Apalagi, konsultasi saat hamil bisa juga membuahkan bayi yang sehat dan cerdas saat sudah lahir. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan mengecek darah rutin, tekanan darah, golongan darah dan rhesus, hepatitits B, TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus,Herpes Simplek Virus), pap smear, gula darah, VDRL ( Veneral Diseases Research Laboratory) dan urinalisis lengkap. Menurut dr. Adhitya Indrapraja SpOG M.Kes, setiap ibu hamil disarankan untuk memeriksakan kandungannya setiap empat minggu sekali dari saat pemeriksaan pertama kali hingga usia kehamilan 28 minggu. Hal ini juga sesuai kebijakan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Setelah itu, pemeriksaan bisa dilakukan setiap 2 minggu sekali dari usia kehamilan 28 minggu-36 minggu. Dan setiap 1 minggu sekali dari usia kehamilan 36 minggu hingga waktunya melahirkan. "Pemeriksaan kehamilan merupakan kegiatan penting karena dapat memonitoring secara menyeluruh, baik mengenai kondisi ibu maupun janin yang sedang dikandungnya," terang dr Adhitya Indrapraja. Selama kehamilan, seorang ibu juga harus dipersiapkan untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada bayinya. Melalui berbagai kelas laktasi, calon ibu diajarkan berbagai aspek menyusui, termasuk berbagai permasalahan yang sering terjadi dan cara menanggulanginya. "Kegiatan senam hamil pun berpengaruh secara fisik maupun mental pada saat proses persalinan sehingga lancar," imbuh dia. Sementara itu, dr. Bambang Hari Santosa Sp.THT menyatakan, bayi yang baru lahir juga perlu diperiksa, seperti pemeriksaan fisik bayi, golongan darah bayi, dan fungsi panca indera. Tak kalah penting, pemeriksaan pendengaran. Menurut dia, dalam keadaan normal, bayi dapat berkomunikasi secara efektif saat berusia 18 bulan. "Untuk mengetahui kesehatan fungsi pendengarannya, maka sebelum memasuki usia tersebut ada baiknya dilakukan screening. Karena dengan menemukan secara dini gangguan pendengaran pada bayi maka kesempatan untuk memperoleh perkembangan linguistik dan komunikasi dapat lebih optimal," jelasnya. Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, alat yang dapat dipakai untuk pemeriksaan pendengaran secara obyektif pada bayi, yaitu OAE (Oto-Acoustic Emission). Manfaat pemeriksaan OAE adalah untuk mengetahui apakah rumah siput (koklea) berfungsi normal. Di dalam koklea, bunyi akan disaring berdasarkan frekuensinya kemudian diteruskan ke sistem saraf pendengaran, batang otak, hingga mencapai otak. "Dari situlah bunyi dapat dipersepsikan oleh anak," tuturnya. Dr. Melisa Anggraeni, MBiomed, SpA menjelaskan perawatan yang diperlukan bayi dalam masa tumbuh kembang pertamanya. Selain perlindungan terhadap penyakit, menginjak usia satu bulan, bayi memerlukan perawatan yang dapat merangsang fungsi motoriknya. "Kegiatan menyenangkan seperti spa merupakan salah satu perawatan yang dianjurkan oleh para terapis anak," katanya. Dia menuturkan, terapi pemijatan yang dilakukan oleh ibu pun memiliki pengaruh menyehatkan bagi buah hati, sama pentingnya dengan perawatan spa bayi. Tujuan dari sentuhan lembut tersebut yaitu untuk mewujudkan ungkapan cinta kasih sayang orangtua. Perawatan rutin lainnya yang perlu diberikan pada bayi baru lahir ialah kontrol teratur ke spesialis anak. Dokter akan memonitor tumbuh kembang anak. Beberapa hal yang akan diperiksa misalnya kemampuan bicara, kemampuan aktivitas, serta berat dan tinggi badan. (rmn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kesehatan 

Berita Terkait

Lawan Stigma dengan Lari Marathon

Lifestyle

Sunglasses Tangkal Katarak Dini

Kesehatan

Seksi Sixpack Tanpa Sit Up

Kesehatan

Ketua MUI : Vaksin MR Wajib

Nasional

Lasik, Tindakan Cepat Persiapan Lama

Kesehatan

IKLAN