Kamis, 22 November 2018 03:32 WIB
pmk

Fokus

Strategy Mobile Burst Campaigns sebagai Solusi dalam Menghadapi Persaingan Business di Kawasan Asia Tenggara

Redaktur:

indopos.co.idStanislava Todorova adala Associate Director gBoost di glispa selama lebih dari satu tahun. Sisi memunyai lebih dari 3,5 tahun pengalaman dalam campaign mobile burst dan juga industri mobile advertising.
Penjualan iklan berbasis mobile di tingkat global akan terus meningkat  dan diperkirakan akan mencapai angka $ 100 miliar di tahun 2016.
Berdasarkan data tersebut, para marketer memprediksikan bahwa negara Cina dan India akan berkontribusi besar untuk meningkatkan Inovasi teknologi  serta penjualan pemasaran berbasis mobile di kawasan Asia. Di satu sisi, walaupun kedua pasar tersebut menjanjikan, pasar terbesar dalam area ini sesungguhnya kawasan Asia Tenggara. Asia tenggara memiliki tingkat pertumbuhan lebih tinggi dan merupakan wilayah yang sangat berperan penting dalam perkembangan ekonomi mobile.
Perkembangan marketing berbasis Ponsel Di Kawasan Asia tenggara
Perkembangan global digital di Kawasan Asia Tenggara sebenarnya dinilai relative cukup lambat. Di Indonesia sendiri, pengeluaran untuk media digital hanya mencapai 7,3% pada tahun 2015. Namun, hal ini diperkirakan akan terus tumbuh tiga kali lipat dalam tiga tahun ke depan, dan internet mobile  pun akan terus tumbuh hingga pada tingkat tiga digit. Di seluruh wilayah asia tenggara pun, smartphone dan tingkat adopsi mobile internet telah mulai meroket.
"Telah diperkirakan ditahun 2018, Negara Indonesia sendiri akan memiliki lebih dari 100 juta pengguna smartphone, dengan begitu Indonesia akan masuk sebagai negara dengan populasi smartphone terbesar keempat di dunia.
Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang memiliki potensi besar dalam mewujudkan perkembangan dunia mobile di Asia. Penetrasi dari smartphone telah meningkat pesat sebanyak 85% di Singapura, dibandingkan dengan Amerika Serikat yang hanya pada kisaran 77% saja," tulis Sisi Todorova dalam keterangannya, Rabu (18/5).
.
Pada tahun 2018 pun, penetrasi smartphone telah diprediksi akan mencapai angka 57% di Malaysia dan 50% di Thailand. Lalu bagaimanakah dengan China dan India? masing-masing sebesar 63% dan 39% di tahun yang sama. Tidak cukup sampai disitu, tingkat penetrasi smartphone dinegara Vietnam pun diprediksi akan tumbuh sebesar 50% selama empat tahun mendatang. Semua hasil data ini membuktikan bahwa pasar ponsel di Asia tenggara telah berkembang pesat dan telah memberikan banyak peluang bagi mereka yang dapat beradaptasi dengan cepat.
 
Meningkatnya Daya kompetisi
Dengan persaingan yang ketat seperti sekarang ini, banyak perusahaan tak punya pilihan, selain bersaing untuk menaklukkan  pasar e-commerce yang telah terfragmentasi. Seperti halnya pada industry gaming dan m-commerce yang sekarang telah banyak berkembang, banyak dari para pemain industry ini yang telah memposisikan diri untuk terus meningkatkan produktivitas mereka.
Seperti halnya department store Indonesia MatahariMall yang baru-baru ini telah mendapatkan keuntungan funding sebesar $ 500 juta untuk mengembangkan usaha e-commerce mereka, Alibaba pun telah menginvestasikan sebesar $ 249 Millyar di SingPost untuk memperluas jaringan pengiriman mereka di SEA. Alibaba  juga telah membeli saham pengendali dari Lazada,yang juga bergerak dalam industri online terkemuka di wilayah tersebut.
Banyak dari mereka  para pelaku di industri start-up kawasan Asia tenggara sangat bergantung pada teknologi ponsel sebagai sarana media iklan, hal ini berdasarkan pada data penetrasi penggunaan smartphone yang lebih banyak daripada desktop atau komputer.  Oleh karena itu, proporsi yang cukup besar dari anggaran mereka diinvestasikan dalam mobile advertising.
Dengan ketatnya kompetisi sekarang ini, semua perusahaan yang ingin memasuki pasar Asia tenggara harus tahu benar tentang struktur strategi pemasaran yang komprehensif. Channel pemasaran tradisional Google dan Facebook selalu dinilai sebagai senjata ampuh dalam mengakuisisi pengguna, namun, namun disatu sisi, CPCs (Cost per clicks) selalu dalam nilai yang tinggi dan cara tersebut tidak selamanya efektif. Strategy Burst campaign yang menjadi salah satu alternatif untuk diterima di kondisi pasar tersebut.
BukaLapak Sebagai leading C2C e-commerce di Indonesia
Dalam lanskap industri aplikasi yang kompetitif seperti ini, perusahaan yang menggunakan strategi burst campaign akan mencapai hasil yang lebih mengesankan. Strategi Burst campaign dapat menghasilkan skala yang jauh lebih besar dan cepat daripada sekedar menggunakan UA tradisional. sekaligus dapat menurunkan eCPI secara keseluruhan melalui download organik. Tahun lalu kami telah menguraikan 7 tips sukses untuk menjalankan Campaign melalui ponsel, seperti yang telah dilakukan oleh BukaLapak, sebuah C2C e-commerce pasar terkemuka di Indonesia.
Mereka menggabungkan saluran pemasaran yang biasa mereka lakukan melalui (Facebook dan Google) yang  terintegrasi dengan Glispa, dengan tujuan untuk melintasi jajaran rangking aplikasi. Sedangkan fokus targetnya bukan hanya dikhususkan kepada para pengguna insentif, tetapi juga para pengguna non-insentif, yang justru memiliki potensi lebih besar.
Selama periode 28 hari, mereka menggunakan beberapa saluran, seperti offer walls, interstitials, and native ads, membuahkan 400 ribu lebih jumlah download juga  lonjakan raking App yang cukup signifikan dari posisi peringkat ke 42 menuju ke posisi 25. Tak hanya itu, BukaLapak juga menduduki tempat pertama dalam kategori “Belanja” di Google Play Store. Hal ini berpengaruh pada  peningkatan organic sebesar 100%, juga berpengaruh untuk menurunkan eCPI yang akan  menghasilkan peningkatan sebesar 20% dalam jumlah pengguna aktif 30 hari. Sebagai informasi tambahan, BukaLapak kini masih menduduki peringkat ke 5 dalam kategori Belanja sampai pada hari ini.
Apa yang dapat dipelajari dari para pelaku pasar di kawasan Asia Tenggara
Dengan ketatnya kompetisi untuk dominasi pangsa pasar antara pemain global dan lokal di wilayah Asia tenggara, maka kita perlu belajar dari pengalaman BukaLapak Indonesia akan pentinganya sebuah campaign iklan sebagai sarana pemasaran.
Sekarang, perusahaan perlu untuk memanfaatkan strategi pemasaran yang inovatif untuk memperoleh keunggulan atas pesaing mereka lebih dari sebelumnya. Burst Campaign adalah salah satu pilihan : dengan menggabungkan beberapa saluran pemasaran dan strategi, perusahaan akan secara efektif dapat mengembangkan brand dan penjualan mereka.(rmn)

TOPIK BERITA TERKAIT: #bisnis 

Berita Terkait

Balmerol Fokus Tingkatkan Brand Awareness

Indobisnis

BRI Lanjutkan Promosi Kopi Indonesia di Ajang OCC

Lifestyle

Eagle High Plantations Operasikan PKS Baru di Papua

Indobisnis

Belajar Membatik Sekalian Berbisnis

Jakarta Raya

Oktober, BFI Finance Sediakan Paket Pembiayaan Mesin

Indobisnis

IKLAN