AS Tertarik Investasi Energi di Sumsel

Amerika Serikat (AS) mengaku tertarik untuk menjalin kerjasama dibidang energi dan dalam rangka menyukseskan Asian Games 2018 mendatang di Kota Palembang.

Situasi keamanan kondusif di Provinsi Sumatera Selatan, yang tidak pernah terjadi kerusuhan antar umat beragama dan antar etnis menjadi penilaian tersendiri bagi Negara Pamam Sam menjajaki peluang investasi yang menjanjikan tersebut.

Duta Besar AS, Robert O Blake mengatakan, bidang energi merupakan sektor utama di Sumsel yang menjadi perhatian pihaknya. Terutama, menjamin ketersediaan pasokan energi pada saat berlangsungnya Asian Games 2018 mendatang.

“Sektor energi sepertinya sangat membutuhkan cakupan barang cukup besar jelang Asian Games. Perusahaan saya cukup mampu menyiapkan cakupan barang dan jasa tersebut,” katanya saat ditemui di Griya Agung, Senin (23/5).

Mengapa memilih Sumatera Selatan dan membawa delegasi? Menurut Robert, pihaknya sudah memilik kontak atau hubungan yang sangat baik dengan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin yang menjelaskan peluang investasi yang ada di Palembang sangat menjanjikan.

Dengan posisi tepat diantara Jawa dan Singapura, akan memberikan keuntungan memberikan keuntungan tersendiri dari arus perdagangan di Indonesia.

Berbagai perusahaan asal Amerika Serikat (AS) sudah selama ini telah banyak yang menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, diantaranya Connoco Philips.

“Selain memperluas kerjasama yang sudah ada. Kami juga membawa perusahaan baru dari Jakarta dan luar Jakarta,” terangnya.

Delegasi perdagangan ini, merupakan kelanjutan dari program Konsulat AS untuk Sumatera, yang membawa perwakilan dari 4 Provinsi di Sumatera. Untuk bertemu dengan Kamar Dagang Amerika (AmCham) yang berada di Singapura yang membawa investasi dan perdagangan ke Pulau Sumatera tahun lalu. Sebagai inisiatif dan penegasan bahwa perusahaan-perusahaan besar Amerika ingin menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi di Sumatera.

Dalam kunjungan kali ini para delegasi akan berfokus pada dua area yaitu pengembangan energi dan persiapan acara Asian Games 2018.

Delegasi di bidang energi adalah First Solar FE Holdings Pte Ltd, Fluidic Indonesia, P.T Indonesia Education Partnerships, KPMG dan Mehta Tech, Inc.

Sementara delegasi untuk mendukung persiapan dan pelaksanaan Asian Games adalah dari CAT Entertainment Services, DakTronics, EBD Bauer, Honeywell Indonesia, IBM, Motorola Solutions Indonesia, PT Motorola Solutions Indonesia, Skychaser Energy, Inc., Edelmen dan GE.

Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menambahkan, kerjasama yang dilakukan pihaknya dengan perusahaan-perusahaan AS sudah terjalin sejak lama. Seperti Pusri, perusaah Power Plant, connoco Philip, dan lain sebagainya.

“Kerjasama itu sudah lama ada di Indonesia. Kami mengembangkannya ke sektor lain, walaupun fokus di energi,” ujarnya.

Adanya keraguan dari Dubes AS, mengenai ketersediaan pasokan energi di Kota Palembang saat berlangsungnya Asian Games 2018 mendatang, Gubernur menegaskan, Provinsi Sumatera Selatan tidak pernah defisit energi. Bahkan, surplus atau mangalami kelebihan energi sebesar 500 MW.

“Kami justru mengirim energi ke Jambi, Lampung, dan Bengkulu. Hanya saja, kerjasama ini mengantisipasi kesiapan energi ke depan. Kalau transmisi dari Lampun sampai Aceh selesai, kami akan ikut menerangi Sumatera, dan mengirim listrik ke Jawa melalui kabel bawah laut,” ungkapnya.

Kedatangan Dubes AS untuk Indonesia yang membawa delegasi dari 17 perusahaan. Memberikan nuansa tersendiri bagi Provinsi yang dikenal sebagai pewaris Kerajaan Sriwijaya. Dari 17 perusahaan yang datang, sebagian sudah ada kerjasama dan beroperasi di Sumsel.

“Bahwa suatu kehomatan bagi sumsel, dubes AS membawa langsung 17 perusahaan. Kalau sampai dubes yang membawa perusahaan ke sini. Menunjukan, kalau Sumsel merupakan provinsi yang kondusif untuk berinvestasi,” katanya.

Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel sangat menjaga keharmonisan dan toleransi antar umat beragama dan antar etnis. Dalam 8 tahun masa kepemimpinan Alex Noerdin tidak pernah terjadi kerusuhan antar umat beragama dan kerusuhan antar etnis.

“Kenapa Sumsel kondusif? karena tidak pernah terjadi kerusuhan etnis, dan tidak pernah terjadi di Sumsel. Keuntungan inilah yang kami manfaatkan dengan baik menarik investasi,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Sumsel memberikan persentasi mengenai peluang investasi yang sangat atraktif. Mulai dari bidang infrastruktur, rail way dan bandara. Tak lepas juga mengenai peluang investasi jelang Asian Games 2018, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA), dan rencana pembangunan sirkuit Moto GP. Semua itu, menjadi peluang investasi yang sangat menjanjikan.  (aan/rhd)


loading...

Komentar telah ditutup.