Senin, 19 November 2018 12:50 WIB
pmk

Politik

Partai Golkar Siapkan 3 Untul Nama Masuk Bursa Menteri

Redaktur:

Indopos.co.id-Partai Golkar telah menyiapkan tiga nama untuk masuk bursa menteri pada reshuffle kabinet jilid II nanti. Mereka yakni Korbid Ekonomi Airlangga Hartarto,  Sekjen Idrus Marham, dan Korbid Pembangunan Daerah  Zainudin Amali. Ketiga nama itu dipersiapkan menyusul isyarat mendapatkan kursi menteri pasca memberikan dukungan kepada kepemerintah. "Memang terdengar bahwa ada kemungkinan Partai Golkar dapat jatah menteri 1-2 orang, tapi itu semua berpulang kepada pak presiden Jokowi sendiri,” ungkap Agung Laksono, Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar kepada wartawan saat dihubungi, Jumat (3/6). Menurutnya, Partai Golkar tentu akan mempersiapkan beberapa kader berkualitas dan bagus untuk membantu peningkatan kinerja pemerintah sebagai menteri. "Tentu kalau kader Golkar diminta kami siap memberikan kader terbaik mengenai siapa belum jelas, Pak Novanto selaku ketua umum belum memberikan instruksi,” ujarnya. Namun, Agung juga tidak membantah bila saat ini sudah ada beberapa nama yang kemungkinan akan menjadi calon menteri yang bakal disodorkan ke pemerintah. "Kalau setahu saya yang disebut-sebut ada pak Airlangga Hartarto, Idrus Marham dan Zainudin Amali, tapi belum ada kepastian dari nama-nama tersebut,” kata mantan Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol itu. Sejatinya, Agung menghargai hak prerogratif presiden dan siapapun yang ditunjuk atau diminta harus siap, karena waktunya tidak lama dan juga tantangannya cukup berat, karena masyarakat saat ini mengharapkan adanya keadilan dan pemeratan kesejahteraan. "Kalau diminta mereka akan kami instruksikan agar siap bekerja optimal membantu presiden, sebab saat ini yang menjadi prioritas pemerintahan adalah bagaimana mensejahterakan masyarakat secara merata dan berkeadilan,” paparnya. Korbid Kebudayaan Partai Golkar, Tantowi Yahya mengaku, sejumlah pengurus teras DPP Golkar sudah mulai memanggil Idrus Marham dengan sebutan menteri. Oleh karena itu, anggota Komisi I DPR RI itu menyatakan, dirinya sudah harus membiasakan diri memanggil Idrus dengan sebutan 'Pak Menteri'. “Saya harus terbiasa ini memanggil menteri. Jadi harus belajar mengubah cara saya memanggil dari selama ini selalu memanggil 'jen' (Sekjen, red) menjadi menteri,” tuturnya kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (3/6). Sementara Idrus Marham sendiri yang dimintai komentar terus mengelak bila sudah ada pembicaraan mengenai menteri. Idrus mengatakan, sampai saat ini sama sekali belum ada kalimat yang mengarah pada jabatan menteri dari Ketua Umum Golkar, Setya Novanto. “Belum ada, jangan dulu lah. Itu belum dibicarakan,” ucapnya saat dihubungi, Jumat (3/6). Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto juga mengelak saat disinggung soal nama Idrus Marham dan dua orang kader lainnya yang digadang-gadang bakal masuk ke Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-JK. Kendati demikian, mantan Ketua DPR RI yang lengser akibat kasus 'Papa Minta Saham' itu tidak membantah bila pihaknya sudah menyiapkan kader jika Presiden, Joko Widodo membutuhkannya. “Sampai sekarang memang belum ada permintaan apa-apa. Tapi kalau langkah-langkah itu presiden sangat mengetahui. Jika ada permintaan, kami akan siapkan kader,” pungkasnya di Kantor DPP Golkar, Kamis (3/6). (aen)?

TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN