Senin, 19 November 2018 04:44 WIB
pmk

Jakarta Raya

Aset Banyak Diserobot, PAM Jaya Gandeng Polda

Redaktur:

Indopos.co.id- PT PAM Jaya selaku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jakarta menggandeng Polda Metro Jaya untuk pengamanan aset. Kerja sama tersebut dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Direktur PAM Jaya, Erland Hidayat dengan Direktur Pengamanan Objek Vital (Dirpamobvit) Polda Metro Jaya, Kombespol Aan Suhanan di Sentul, Bogor, kemarin (3/6). Erland mengatakan latar belakang penandatangan MoU tentang Pengamanan Aset PDAM Jaya, salah satunya untuk mencegah aset PDAM dikuasai warga dan terjadinya penyerobotan aset perusahaan. Selain itu untuk menurunkan tingkat kehilangan air atau non revenue water (NRW). Yaitu akibat aset pipa distribusi air dikuasai orang untuk dibikin sambungan air ilegal. ”Saya lihat tujuannya untuk kedua-duanya. Dari segi aset, memang ada aset vital PDAM yang terganggu dengan penyerobotan atau penggunaan asest oleh pihak lain. Ini harus ditertibkan,” kata Erland seusai penandatangan MoU. Dia memperkirakan ada sekitar 3-5 persen aset PDAM yang dikuasai atau diserobot oleh pihak ketiga. Bahkan penyerobotan aset ada yang berlangsung belasan tahun. Kebanyakan aset yang dikuasai pihak ketiga adalah asest lahan yang dijadikan pemukiman ilegal atau bisnis ilegal. ”Ada juga yang sudah diserobot orang lain terus nggak diapa-apain. Didiamkan begitu saja, yang penting diserobot dulu. Nah kalau aset kita dikuasai orang kan kita nggak bisa bergerak,” ujarnya juga. Padahal, aset lahan tersebut suatu saat bisa digunakan PAM Jaya untuk membuat reservoar atau tempat penampungan air dan kantor pelayanan. ”Makanya untuk merebut kembali aset kami, dan mencegah supaya tidak ada lagi aset kami yang dikuasai oleh pihak ketiga, kami menjalin kerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk membantu pengamanan aset kami. Dengan begitu aset kami aman. Tidak terjadi keributan antarmasyarakat soal perebutan aset. Jadi memperkuat kepemilikan aset lah,” paparnya juga. Sementara itu Dirpamobvit Polda Metro Jaya, Kombespol Aan Suhanan mengatakan isi MoU ada dua hal. Yaitu, mengamankan aset milik PAM Jaya dan pendampingan dalam rangka penegakan hukum.”Seperti yang diinformasikan ke kami, tadi masih banyak pelanggaran yang dilakukan konsumen. Pelanggaran yang dilakukan kemungkinan masuk ke ranah pidana,” terangnya. Karena itu, pihaknya akan membentuk tim untuk kegiatan penertiban dan pengamanan aset. Untuk sementara, tim yang akan diturunkan ada sebanyak 6 orang. Bila ternyata kegiatan penertiban dan pengamanan cukup banyak, maka pihaknya akan menambah jumlah personelnya. ”MoU ini berlangsung selama dua tahun. Nanti kita evaluasi, bisa diperpanjang. Jadi dengan adanya kerja sama ini, kita bisa lebih fokus lagi. Kalau dulu kan kita sudah lakukan patroli keliling, tapi sekarang kita bisa lakukan pengamanan aset secara intensif dan pembinaan satpam untuk pengamana aset,” terang juga mantan Wakapolres Metro Tangerang ini. Angggota Badan Regulator Pelayanan Air Minum (BRPAM), Dormaringan H Saragih menyambut baik adanya kerja sama PDAM Jaya dengan Polda Metro Jaya untuk pengamanan aset PAM Jaya. Sehingga, pelayanan air bersih kepada warga Jakarta tidak terganggu dan semakin bisa ditingkatkan karena aset dilindungi oleh aparat kepolisian. ”Kerja sama ini sangat penting. Karena bagi BRPAM yang penting ada pelayanan air minum kepada warga Jakarta tidak terganggu akibat adanya aset dikuasai oleh pihak ketiga,” tutur Dormaringan. (dni)  

TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN