Senin, 24 September 2018 10:46 WIB
pmk

Headline

Try Out e-Hajj Bareng Arab Saudi

Redaktur:

Indopos.co.id-Kementerian Agama (Kemenag) memastikan pelayanan elektronik haji secara online (e-Hajj) berjalan baik pada penyelenggaraan haji tahun ini 2016 M/ 1437 H. Pasalnya, layanan visa haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2015 lalu banyak timbul masalah. Sehingga sejumlah calon jamaah haji (Calhaj) harus tertunda pemberangkatannya. Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umroh(PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil mengatakan, tengah melakukan try out sistem elektronik haji bersama petugas dari Arab Saudi. "Try out untuk memastikan tidak ada kendala pada sistem e-Hajj. Dan langsung dilakukan oleh petugas dari Arab Saudi," ujar Abdul Djamil di Jakarta, kemarin. Djamil menyebutkan, untuk kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) operator e-Hajj di Indonesia sudah memadai. Hanya saja, menurutnya kesiapan sistem harus dipastikan, agar tidak terjadi error. "Pada try out, untuk ngecek aplikasi visa terhubung secara online dengan Arab Saudi dan Kedutaan Besar Arab Saudi (KBSA) untuk proses upprove. Sistem ini baru pertama dioperasikan di 2015 lalu, dan Indonesia sebagai pilot project," jelasnya. Dia menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya trouble dalam sistem e-hajj, pihak Arab Saudi telah menunjuk operator teknis. Yang sewaktu-waktu dapat mengatasi trouble error. "Kalau sewaktu-waktu koneksi bermasalah, kami bisa langsung kontak operator agar langsung mengatasinya. Karena ini menyangkut dokumen penting para jamaah haji," katanya. Terkait sisa waktu yang tersedia, dikatakan Djamil Kemenag optimis dokumen para jamaah haji akan selesai. Menurutnya, paspor untuk para jamaah sedikitnya 80 persen sudah selesai. Untuk mempercepat proses paspor, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Pasalnya, beberapa kendala terjadinya keterlambatan prosses paspor berada di daerah. Pada pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap pertama, masih ujar Djamil berjalan dengan baik. Pelunasan dalam bentuk rupiah, menurutnya menjadi faktor kemudahan para jamaah pada proses pelunasan. Karena, jamaah tidak harus menunggu kurs rupiah yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI). "Pelunasan BPIH tahun ini menggunakan rupiah, dan ini memudahkan para jamaah," ucapnya. Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Sri Ilham Lubis menambahkan, untuk memudahkan pendataan jamaah haji lanjut usia dan resiko tinggi (Resti), Kemenag terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Langkah tersebut, menurutnya untuk memastikan jumlah jamaah lansia dan resti. Sehingga, Kemenkes dapat mempersiapkan pelayanan kesehatan bagi jamaah haji hingga jumlah petugas kesehatan haji. "Kami telah memberikan data jamaah lansia dan resti. Ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti jamaah meninggal, jatuh sakit dan batal terbang," ujarnya. (nas)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN