Jumat, 21 September 2018 01:37 WIB
pmk

Politik

Tadarus Nasional KAHMI Doa untuk Indonesia yang Lebih Baik

Redaktur:

Indopos.co.id-Memasuki bulan suci Ramadan dan menyongsong Hari Ulang Tahun ke-50 Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI), alumni dan keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar Tadarus Nasional secara serentak di seluruh Indonesia, Jumat  3 Juni 2016. Tadarus Nasional ini dipusatkan di Masjid Baiturrahman di Komplek DPR RI mulai pukul 14.00 WIB sampai selesai, dan secara serentak pada tanggal dan jam yang sama  diikuti oleh 34 daerah seluruh Indonesia.  Tadarus Nasional di masing-masing daerah diikuti antara 150 sampai 350 peserta. Ketua Panitia Tadarus Nasional Keluarga Besar HMI-KAHMI Dr Ir  Lely Wahyuniar mengatakan, acara ini diinisiasi oleh  alumni HMI yang tergabung dalam grup chatting KAHMI Forever Tadarus al Quran  (KFTQ). "KFTQ sejak awal tahun 2016 telah melaksanakan Program Khataman setiap hari yg disebut Tamri yaitu Khataman Sehari. Tamri terdiri  dari 5 pilihan bacaan setiap harinya. 1 Juz; 1/2 Juz; 1/4 Juz; 1/8 Juz dan 1/12 Juz. Dengan Program Tamri ini, setiap hari Keluarga Besar HMI mengkhatamkan al Quran sebanyak 4 kali dan setiap minggu sebanyak 4x7 + 2x1 atau sebanyak 30 kali khatam," kata Lely. Dari Khatam Sehari ini, tambah Lely, dirancang program Tadarus Nasional di Jakarta dan terlaksana pada 3 Juni 2016 di Masjid Baiturrahman di Komplek DPR/MPR, Senayan Jakarta. Pantauan INDOPOS , Tadarus Nasional tampak dihadiri tokoh-tokoh yang alumni HMI. Antara lain Akbar Tanjung, Ir Soebadriyo, Viva Yoga Mauladi, Doly Kurnia, Ketua Fraksi PPP di DPR Reni Marlinawati, Musni Umar, Nasir Jamil, Ade Adam Noch, Sujana Sulaeman, dan lain-lainnya. Diundang pula puluhan anak yatim untuk mendapatkan santunan. "Acara ini juga disiarkan langsung dari berbagai kota. Sekurang-kurangnya 4 kota mewakili waktu Indonesia Bagian Timur, Tengah dan Barat, termasuk Jakarta," tambah Lely. Tadarus dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim, yang juga diikuti pemberian santunan yang sama pada anak yatim di acara Tadarus Nasional di setiap daerah. "Di Jakarta kita mau berbagi dengan anak yatim," tambahnya. Pengurus Majelis Nasional KAHMI Reni Marlina yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP PPP menegaskan, bahwa acara Tadarus ini tidak hanya serta merta ditujukan kepada Keluarga Besar Nasional HMI, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia. "Alloh SWT menjanjikan siapa yang menggemakan Al Quran, maka pintu surga akan terbuka serta tercatat segala amal kebaikan di lauh mahfuzh untuk Indonesia. Dan semoga tadarus ini  menjadi sumbangsih kemajuan bangsa Indonesia," ucapnya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut. Reni juga membantah bahwa kegiatan ini bagian dari mengikuti kegiatan serupa yang dilakukan oleh salah satu partai. "Perlu kami jelaskan ke wartawan. Bahwa tidak ada istilah mengekor. Kegiatan ini sudah ada sejak tahun lalu. Sedangkan kegiatan yang dilakukan pihak lain itu justru baru ada di tahun ini," tandasnya menambahkan. Sementara Akbar Tanjung selaku Ketua Dewan Penasehat KAHMI ini turut menjelaskan bahwa kegiatan Tadarus Nasional dalam memperingati milad setengah abad KAHMI ini menjadi bukti masih adanya solidaritas tinggi di kalangan alumni HMI. Khususnya untuk terus membicarakan arah Indonesia yang lebih baik. "Keluarga KAHMI memilki solidaritas tinggi dan komitmen kuat dalam rangka kepentingan bangsa negara dan umat. Serta menjunjung nilai keindonesiaan, dan keislaman," ucapnya. Selain bertadarus mengkhatamkan Al Quran dalam satu jam, juga menghadirkan penceramah  ustadz Abdul Thalib, yang mengambil tema ‘Menghafal Alquran- tanpa Menghafal (Hatam)’. Penemu konsep Hatam ini pun menjelaskan bahwa Al Quran bisa dengan mudah dihafal tanpa harus dipaksakan. Yakni dengan cara diulang-ulang dan berirama. "Kalau Al Quran terus diulang-ulang dan memiliki irama, seperti halnya lagu, pasti dari anak-anak hingga dewasa dengan mudah menghafal," ujarnya. "Terlebih lagi saat ini di era digitalisasi, semua dengan mudah didengar dan dilihat dengan satu sentuhan. Jadi mari para orang tua manfaatkan teknologi untuk membiasakan anak mendengar lantunan Al Quran," tandasnya. Acara ini akhirnya ditutup dengan pembagian santunan kepada 50 anak yatim penghafal al-Quran dari Rumah Doa Anak Yatim Bogor. (dil)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kahmi 

Berita Terkait

IKLAN