Kamis, 22 November 2018 03:32 WIB
pmk

Politik

Belum Pantas Parpol Dibiayai Penuh Negara

Redaktur:

Indopos.co.id-Partai politik (parpol) saat ini masih belum waktunya dibiayai penuh oleh negara. Sebab, parpol saat ini  masih belum mampu membangun dirinya melalui proses demokratisasi yang baik. Negara memang harus membiayai partai politik namun yang menjadi masalah parpol belum mampu membangun dirinya melalui proses demokratisasi yang benar. Demikian diungkapkan Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePi), Jeirry Sumampow, Jumat (3/6). Dalam praktiknya, sambung Jeirry, parpol  masih memakai sistem kekerabatan dan kental dengan praktik-praktik transaksional serta pragmatis. “Belum waktunya parpol dibiayai negara. Persoalan parpol kita bukan karena kekurangan biaya tetapi perilakunya yang pragmatis dan transaksional,” kata Jeirry. Pembenahan parpol menjadi hal yang mendesak sehingga dalam proses demokratisasi sebuah parpol berjalan dengan baik. Salah satunya menyangkut sistem keuangan, misalnya mereka harus transparan kepada publik. Yakni, lanjutnya, dengan dilakukan audit sumber-sumber pendanaan berikut kegiatan yang dilakukannya. Selama hal itu belum dilakukan, Jeirry menilai ke depan tidak ada jaminan parpol akan lebih baik jika dibiayai negara. “Apa ada jaminan kader parpol tidak main anggaran atau main proyek ketika negara membiayai parpol? Apa ada jaminan parpol tidak korupsi keuangan negara untuk kepentingan pribadinya? Apa ada jaminan mereka tidak mencari cukong untuk membiayai setiap kegiatan parpol?,” ucapnya. Ditambahkan Jeirry, pendanaan yang dikeluarkan negara berbasiskan jumlah suara yang terjadi selama ini saja tidak dibuat dengan benar. Parpol banyak yang tidak melaporkan, bahkan ada yang memanipulasi. “Bagaimana kalau nanti semua dibiayai negara? Untuk anggaran kecil saja mereka tidak lakukan. Kalaupun dilakukan banyak manipulasi. Gimana kalau mendapat dana besar? Laporannya pasti lebih tidak jelas,” tuntasnya. (aen)

TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN