Jumat, 21 September 2018 09:14 WIB
pmk

Politik

Partai Banteng Minta Ahok Akui Kesalahan

Redaktur:

Indopos.co.id- Sejumlah pihak menilai Gubernur Basuki Tjahaja Purnama mulai dipenuhi kebimbangan menapaki Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta yang akan digelar tahun depan. Kebimbangan itu terjadi, apakah dia tetap maju melalui jalur independen atau melalui partai. Itu terlihat saat gubernur yang akrab disapa Ahok itu mengungkapkan peluang ’rujuk’ dengan Djarot yang juga wakilnya yang merupakan kader PDIP untuk maju dalam Pilkada DKI 2017 mendatang. Menanggapi ini, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira, meminta Ahok mengakui kesalahannya. ”Soal Pilkada 2017, kalau Ahok menyadari jalan yang ditempuh salah, harus gentleman dong, mengakui jalan yang diambil salah, baru kembali ke jalan yang benar,” ujar Hugo, kemarin (3/6). Andreas melihat sejak awal Ahok ragu dan tidak sangat yakin dengan jalur perseorangan yang diambilnya. Hanya saja, dia menyebut Ahok selama ini modal ngotot. ”Cuma itulah gayanya Pak Ahok yang ngotot. Pak Ahok yang meninggalkan PDIP, meninggalkan Pak Djarot, bukan sebaliknya,” ungkapnya. Jika Ahok memenuhi syarat yang diberikan PDIP, maka partai berlambang banteng moncong putih itu bukan tidak mungkin akan membuka pintunya. Tentunya Ahok juga harus mengikuti mekanisme penjaringan yang sudah dibuat PDIP untuk pencalonan gubernur. ”PDIP terbuka, tidak pernah menutup pintu terhadap siapapun baik kader PDIP maupun non kader yang ingin diusung oleh PDIP. Intinya, kalau mau diusung PDIP, ya ikuti proses dan mekanisme partai,” ucap Andreas lagi. ”Bukan malah mau mengatur partai. Pemimpin yang baik dalam pemerintahannya tetap harus mengikuti mekanisme pemerintahan, bukan mau-maunya sendiri,”  cetusnya juga. Tapi saat koalisi partai besar muncul, Ahok mulai bicara membuka peluang rujuk dengan Djarot Saiful Hidayat. Djarot adalah nama yang sebelumnya diminta Ahok menjadi pendamping jika PDIP mau mendukung pencalonannya, namun dengan memberikan batas waktu kepada pimpinan partai pemenang Pemilu 2012 itu atau tanpa mekanisme penjaringan. (wok)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN