Minggu, 23 September 2018 11:25 WIB
pmk

Indosport

Ihsan Dipuji Lee Chong Wei

Redaktur:

Indopos.co.id – Langkah satu-satunya wakil Indonesia, Ihsan Maulana Mustofa di arena BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016 akhirnya harus terhenti. Berhadapan dengan Lee Chong Wei pada Sabtu (4/6) petang, Ihsan sempat memberikan perlawanan di game kedua.
Kalah 9-21 di game pembuka, Ihsan sempat unggul 17-15 di game kedua. Sayang, Ihsan justru banyak membuat kesalahan sendiri dan balik tertinggal 17-18 sebelum akhirnya kalah 18-21.
Hasil ini memang sudah banyak diprediksi banyak pihak, tetapi di laga yang disaksikan oleh ribuan pecinta bulutangkis yang memadati Istora, tentu Ihsan bukan menuai kekalahan tetapi memetik pengalaman dan pelajaran berharga.
“Saya puas dengan penampilan saya di game kedua. Saya berhasil bermain lebih berani. Saya pun memetik banyak pengalaman dan pelajaran dari pemain sekelas Lee Chong Wei, teknik pukulan, ketenangan di lapangan,” ujar Ihsan usai laga.
Penampilan Ihsan pun diapresiasi oleh sang rival. Lee melihat apa yang ditampilkan oleh Ihsan saat melawan dirinya akan menjadi modal baginya di masa yang akan datang. “Ihsan memiliki semangat juang yang bagus. Jika dia memiliki banyak kesempatan untuk tampil di turnamen-turnamen besar, saya yakin dia bisa masuk top 10 dunia. Gaya main dia juga seperti Taufik (Hidayat),” puji Lee.
Lee pun tak hanya memuji Ihsan, tetapi juga penampilan dua tunggal putra Indonesia lainnya, Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting.
“Selain Ihsan, Indonesia juga memiliki dua tunggal putra lainnya. Sejauh ini, Indonesia memiliki modal bagus untuk tim piala Thomas,” sambung pria bergelar Datuk ini.
Ihsan pun mengamini apa yang diungkapkan oleh Lee. “Amin, semoga saya, Anthony dan Jonatan bisa 10 besar,” pungkasnya.
Sementara itu Hendry Saputra yang merupakan pelatih tunggal putra Pelatnas, menuturkan rasa bangganya terhadap penampilan anak didiknya.
“Flashback dari Piala Thomas hingga hari ini, tentu saya bangga dengan mereka. Sekarang yang menjadi salah satu pekerjaan besarnya adalah mengatasi kendala non teknis, seperti mental, kurang ulet dan semangat. Saya perlu waktu dan harus diskusi lagi bagaimana membuat mereka untuk bisa jadi top 5,” tutur Hendry. (rmn)


TOPIK BERITA TERKAIT: #total-sport 

Berita Terkait

PABSI Bantu Selesaikan Masalah Deni

Total Sport

Hoki Jadwalkan Try Out ke Belanda

Total Sport

IKLAN