Kembangkan Bisnis Data Center dengan Target jadi No 1 di Asia

JAKARTA, indopos.co.id – PT TelkomSigma, anak usaha PT Telkom Indonesia terus mengembangkan bisnis data center dengan target menjadi yang terbesar di Asia Tenggara mengalahkan Singapura. Saat ini TelkomSigma masih pada urutan ketiga terbesar setelah dua perusahaan Singapura. TelkomSigma merupakan pemimpin pasar penyedia layanan data center yang terbesar di Indonesia, dan telah memiliki customer based dari multiindustri dan didukung oleh struktur dan infrastruktur andal berstandar internasional.
Direktur utama Telkomsigma Judi Achmadi mengatakan, secara total kapasitas data center sebesar 100 ribu meter per segi yang tersebar di seluruh Indonesia dengan spesifikasi teknis Tier II sampai dengan Tier IV. Sehingga perusahaan pelat merah di bidang data ini menjadi sangat diperhitungkan di tingkat global.
“Kami tertantang untuk menjadi yang terbesar di kawasan Asia Tenggara. Kami saat ini dipercaya menangani lebih dari 300 klien dari berbagai sektor industri dengan sebagian besar penggunanya berasal dari industri perbankan dan finansial yang sangat peduli dengan keamanan data,” ujar Judi di Jakarta, Kamis (2/6) lalu.
Baca Juga :

Kacamata Kayu

Salah satu poin penting TelkomSigma, sebut Judi, setelah layanan data centernya mendapat sertifikasi dari Uptime Institute untuk kategori TCCF (Tier Certification for Constructed Facilities), lembaga yang memberikan sertifikasi dengan sistem tier degan standar yang ditetapkan menjadi standar bagi pelaku bisnis data center di seluruh dunia. “Ini bukan sembarang sertifikasi, karena merupakan sertifikasi pertama yang diterima perusahaan penyedia layanan data center di Indonesia. Jadi, kalau ada perusahaan lain di Indonesia yang mengklaim mendapat sertifikasi, itu patut diragukan,” klaimnya.
Uptime, kata dia, membagi sertifikasi data center tersebut menjadi 3 tahapan, yaitu Tier Certification of Design Documents(TCDD), Tier Certification of Construction Facilities (TCCF), dan Tier Certification of Operational Sustainability (TCOS). “Dengan diperoleh Certification of Construction Facilities dari Uptime Institute semakin membuktikan bahwa layanan Data Center Telkomsigma sudah sesuai dengan standar Data Center Tier berkelas internasional,” ungkapnya.
Seperti diketahui, TCCF diterima untuk data center yang dikelola di Graha TelkomSigma, Serpong, Tangerang. Data center di Serpong ini memiliki kapasitas sekitar 23 ribu meter persegi, dan sejauh ini sudah beroperasi penuh sekitar 6 hingga 7 ribu meter persegi. “Pertama di Indonesia data center mendapatkan TCCF Tier III. Kalau sertifikat untuk desain memang sudah banyak, tetapi untuk sertifikasi facility, kami yang pertama. Saat ini data center di Sentul juga tengah diaudit Uptime Institute untuk meraih TCCF,” ucapnya.
Sertifikasi terbaru dari Uptime Institute ini melengkapi deretan sertifikasi sebelumnya yang diraih Telkomsigma, di antaranya Sertifikasi Tier III Design dari Uptime untuk Data Center Serpong & Sentul, serta sertifikat TIER IV design dari Uptime untuk Data Center Telkom Jatinegara yang juga dikelola oleh telkomsigma. Lalu, sertifikat international Greenship & Occupational Health & Safety Management System (OHSAS) untuk Data Center Serpong, ISO 27001:2005, ISO 9001:2008 serta BSI CSA STAR Certified untuk Cloud Security Management System.
“Sertifikat facility ini kami menyamakan antara desain dan fasilitas yang tersedia. Jadi, ini memang lebih sulit didapat oleh penyedia data center. Kenyataannya banyak penyedia data center tak cocok antara desain awal dengan fasilitas yang ada,” kata Director of Business Development South Asia Uptime Institute Patrick Chan. (ers)

Komentar telah ditutup.