Rabu, 26 September 2018 12:03 WIB
pmk

Fokus

Koarmabar Kembali Tangkap Tiga Kapal Ikan Vietnam

Redaktur:

  JAKARTA, indopos.co.id - Laut Natuna masih menjadi sasaran pencuri Ikan dari berbagai Negara tetangga.  Bahkan tindakan tegas pemerintah Indonesia dengan menenggelamkan kapal-Kapal pencuri Ikan belum berdampak siknifikan. Buktinya, Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) kembali menangkap tiga kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam di perairan Laut Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (2/6). Ketiga KIA tersebut masing-masing bernama BV 5339 TS, KM. Zhuong Minh Soi dan BV 90360 TS. Kapal ikan Vietnam tersebut ditangkap oleh KRI Oswald Siahaan-354 yang sedang melaksanakan operasi di bawah kendali operasi (BKO) Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmabar pada posisi 06° 38’  06’’ U - 108° 47’ 36’’ T di Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI). Saat diperiksa ketiga kapal ikan tersebut diduga telah melakukan pelanggaran berupa kegiatan illegal fishing di wilayah yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi dokumen yang sah menurut hukum. Dari hasil pemeriksaan, diketahui kapal BV 5339 TS yang berbobot 120 GT diawaki 28 ABK, kapal KM. Zhuong Minh Soi berbobot 30 GT diawaki 3  ABK dengan muatan cumi seberat kurang lebih 1 ton dan kapal BV 90360 TS berbobot 60 GT diawaki 4 ABK dengan muatan ikan campuran seberat kurang lebih 60 ton. "TNI AL berkomitmen untuk menjaga dan mengamankan laut Indonesia dari para pihak yang  berupaya mencuri, dan merusak kelestariannya," kata M Taufiq, Panglima Armabar baru-baru ini. Dia juga mengatakan banyak modus operandi di laut yang dilakukan para pencuri Ikan, lantaran di perairan laut Indonesia menang masih banyak apa yang diincar para pencuri tersebut. "Maka dari itu kami hadir, dan selalu ada untuk menjaga wilayah teritorial kita," tambahnya. Lebih lanjut dia mengatakan untuk 3 Kapal Ikan Vietnam yang baru tertangkap akan diptoses. Berdasarkan pelanggaran tersebut, ketiga kapal ikan Vietnam beserta Anak Buah Kapal (ABK) dan barang bukti dikawal menuju Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Ranai guna proses hukum lebih lanjut. (nel)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kementerian-kelautan-dan-perikanan 

Berita Terkait

IKLAN