Yayuk Basuki : Mengembalikan GBHN Sebagai Model Pembangunan Nasional

indopos.co.id – Pasca reformasi 1998, Indonesia memasuki masa transisi. Namun sampai sekarang masa itu belum juga menemukan bentuk. Akibatnya banyak hal yang tidak berjalan sesuai dengan cita-cita bangsa yang termuat dalam UUD 1945. Karena itu, perlu menghidupkan Garis Besar Haluan Negara atau apapun istilahnya agar negara dan bangsa ini tidak selamanya berada pada masa transisi.

Sistem pembangunan nasional model GBHN atau lebih mudah disebut haluan negara sampai saat ini masih menjadi kajian baik di MPR RI maupun wadah diskusinya lainnya.Hal ini disampaikan Anggota Komisi X DPR, Yayuk Basuki, saat melakukan dialog kebangsaan bersama Kader PAN Salatiga.

Baca Juga :

Keinginan masyarakat sangat beragam, Yayuk pun memaparkan, ada yang sebagian ingin UUD dikembalikan seperti dulu, di sisi lain ada juga yang ingin UUD dilakukan perubahan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Tapi ada satu hal, wacana haluan negara mendapat respons positif sebagian besar rakyat.

“Para anggota dewan DPR/MPR adalah rumah rakyat semua rakyat boleh menyampaikan aspirasinya. Sekarang sistem perencanaan pembangunan model GBHN atau haluan negara sedang dikaji dalam-dalam agar semuanya baik dan bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat,” ucap yayuk dihadapan para kader PAN Salatiga (5/6).

Baca Juga :

Mantan atlit Tennis yang pernah mengharumkan Indonesia ini juga melihat di tingkat nasional mulai muncul kritikan atas dominannya kaum pemodal dan pengusaha dalam politik. Semua itu memperlihatkan demokrasi politik belum berjalan seiring dengan demokrasi ekonomi. Kesejahteraan rakyat yang menjadi tujuan masih sangat jauh. Kondisi tersebut tidak dapat dibiarkan.

Menurutnya, perlu sejumlah penyempurnaan sistem ketatanegaraan seperti pemberian wewenang pada MPR untuk menyusun pokok-pokok haluan negara sebagai “pagar” bagi penyelenggara negara agar tidak terjerumus pada liberalisme dan pragmatisme politik. (amd)

Baca Juga :

Terkait Corona, ini Sikap Mahfud MD


loading...

Komentar telah ditutup.