Senin, 24 September 2018 01:12 WIB
pmk

Indosport

Rakitic: Kroasia yang Kedua di Bawah Spanyol

Redaktur:

Indopos.co.id– Euro 2016 tidak seperti Piala Dunia 2014. Mengharapkan Spanyol sebagai juara bertahan terpeleset itu sama saja dengan berjudi untuk kalah sepuluh kali lipat. Alias kecil kemungkinan petaka di Brasil lalu bakal terulang di Prancis tahun ini. Ya, La Furia Roja – julukan Spanyol –  jadi unggulan teratas lolos dari fase grup. Yang menjadi pertanyaan, siapa yang akan menemani juara bertahan Euro tersebut untuk lolos ke babak 16 Besar? Nah, itulah yang harus dijawab ketiga negara kontestan Grup D lainnya, Republik Ceko, Kroasia, dan Turki. ''Dan kami ingin meloloskan diri dari fase grup,'' ungkap gelandang Kroasia, Ivan Rakitic, dikutip dari EFE. Dibandingkan Ceko dan Turki, Vetreni – julukan timnas Kroasia – lebih berpengalaman dalam merasakan atmosfer Euro. Tiga edisi Euro terakhir Kroasia tidak sekali pun absen. Sekalipun, hasilnya Kroasia tidak pernah melangkah lebih jauh dari perempat final. Hanya, jika dilihat dari trennya dalam beberapa laga terakhir ini skuad asuhan Ante Cacic itu cukup menjanjikan. Negara yang berperingkat 23 FIFA tersebut sudah lebih dari delapan bulan lamanya belum juga merasakan pahitnya kekalahan. Rekornya, enam kali pertandingan, hanya sekali tertahan imbang lawan Hungaria 1-1 (27/3). Lima lainnya, Kroasia selalu mengakhiri dua laga di kualifikasi Euro dan tiga kali uji cobanya dengan kemenangan. Minimal, kalau tidak mampu lolos sebagai runner up yang mengamankan 16 Besar dari jatah peringkat ketiga terbaik. Rata-rata, bursa taruhan di Eropa menjagokan Kroasia menjadi teman juara bertahan lolos ke 16 Besar. Salah satunya rumah bursa William Hill yang memberi kompensasi 1,44 kali lipat bagi penjago negaranya Davor Suker itu. Duel pertama melawan Turki di Parc des Princes, Paris, 13 Juni nanti WIB bakal menjadi uji kelayakan Kroasia lolos dari fase grup. Rakitic memilih laga tersebut sebelum terlalu lebar mulutnya berkoar soal target pertama Kroasia. ''Karena kami tahu sekarang kami berhadapan dengan grup yang maha berat,'' kata gelandang berusia 28 tahun tersebut. Rakitic boleh merendah. Faktanya, bukan hanya dari sisi teknis yang mengunggulkan Kroasia lolos dari fase grup. Pun demikian dari sisi historisnya. Setiap kali berhadapan dengan Ceko ataupun Kroasia sebagai sama-sama wakil Eropa Timur di Euro, Kroasia lebih sering mendulang kemenangan. Lawan Ceko bahkan rekornya 100 persen menang. Sementara menghadapi Turki, persentase tidak terkalahkan Kroasia bisa mencapai 83,3. Dari enam kali duel dengan Turki, dua kali menang dan tiga kali imbang. Hanya sekali kekalahan didapat saat berjumpa Turki. ''Kalau Anda memaksa saya menyebut siapa favorit dari grup ini, tentunya Anda harus memilih Spanyol. Favorit di grup dan favorit juara,'' klaim Rakitic. Hanya, haram bagi Kroasia memandang Ceko dan Turki dengan sebelah mata. Faktanya, pada kualifikasi Euro 2016 lalu hanya Lokomotiva – julukan timnas Ceko – berhasil mengalahkan Belanda dua kali. Di Amsterdam dan di Praha. Sedangkan Turki hanya sekali mengalahkan Belanda sang juara Euro 1988 itu. Salah perhitungan saja, jangankan posisi runner up. Tiket lolos dari peringkat ketiga terbaik di Euro 2016 kali ini pun bisa saja melayang sia-sia jika terpeleset saat melawan Ceko dan Turki. Begitu juga dengan Spanyol. Status juara bertahan bukan titik aman bagi Iker Casillas dkk untuk kembali ke laga puncak tahun ini. Sebaliknya, sekarang Spanyol sudah masuk di dalam sasaran tembak negara-negara kontestan Euro lainnya. Seperti halnya ketika Spanyol terpeleset dari dua kulit pisang bernama Belanda dan Cile pada fase grup Piala Dunia 2014 silam. ''Setiap pemain lawan akan menginginkan kami kalah, itulah kesulitan kami di Euro kali ini,'' kata gelandang Spanyol, Cesc Fabregas, sebagaimana yang dikutip di Goal. Bukan hanya negara-negara kuda hitam yang membidik mereka. Negara besar seperti Jerman, Italia, Inggris, dan Portugal juga sudah mengintai skuad besutan Vicente del Bosque tersebut. ''Hanya satu yang harus kami lakukan sekarang. Bermain lebih baik, dan bertahan atau menyerang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Semuanya tahu kamilah favorit utama tahun ini,'' lanjutnya. Motivasi jadi negara pertama yang mampu mencatatkan hattrick juara Euro bisa mendongkrak permainan timnas Spanyol. Del Bosque mengklaim skuadnya sudah on track. Spanyol terhitung sejak Juni tahun lalu tidak tersentuh kekalahan. ''Kami juara bertahan, kami punya mimpi, kami punya asa, dan lihatlah kemungkinan peluang itu. Tapi, sekali lagi, itulah lawan terberat kami,'' tegas Del Bosque, dikutip dari Football Espana. (ren)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN