Sabtu, 22 September 2018 01:02 WIB
pmk

Indosport

Ketika Pemain Arema Jadi Model Video Klip

Redaktur:

Indopos.co.id- Melihat Hendro Siswanto, Ferry Aman Saragih, Beny Wahyudi, Juan Revi, Sunarto, Alfarizi, Ryuji Utomo, Febri Hamzah hingga Arif Suyono beraksi di lapangan hijau, sudah biasa. Namun ternyata, mereka pun bisa berakting dan beraksi menjadi bintang  video klip. Tercatat, sembilan pemain Arema terlibat dalam mewujudkan video klip grup band Tani Maju. Single berjudul Uklam-uklam ini membuktikan kehebatan pemain Arema Cronus tidak hanya di lapangan hijau, tetapi juga sampai di depan kamera. Video klip ini bisa terwujud karena pertemanan. Ya, hal itu karena pemain Arema mau terlibat dalam syuting, demi membantu sahabatnya Hendro Siswanto.  Hendro, yang lebih awal mengenal Tani Maju, sudah menjalin pertemanan dengan band yang digawangi Stanley sebagai vokalis dan membuat kesepakatan untuk saling membantu. Hendro sendiri dibantu untuk menggarap clothing dan launching-nya, sementara Hendro cs akan menjadi bintang dalam video klip Uklam-uklam. Makanya, launching pun berjudul Pertemanan HS12 dan Tani Maju. “Saya dikenalkan teman yang membantu clothing HS12. Tani Maju juga menyiapkan single baru, makanya sama-sama saling membantu,” ujar Hendro Siswanto. Hendro pun dimintai tolong untuk mengajak teman-teman Arema, di tengah jadwal sibuk yang mesti dijalani. Tepatnya Sabtu (28/5), syuting video klip berlangsung. Singkat dan super cepat, hanya 30 menit. Padahal, Ferry dkk belum pernah syuting untuk single lagu. Selain itu, beberapa dari mereka tidak mengenal bermain musik. Alhasil, mereka pun harus menghilangkan kagok memegang alat musik mulai bass, gitar, ukulele hingga drum. Belum lagi, beberapa acara off air juga tengah menanti. Sepanjang hari itu, mereka memiliki jadwal recovery training, jadwal bertemu anak panti serta beberapa pemain harus menghadiri meet and greet. Alhasil, ketika janjian pukul 09.00 WIB, pemain Arema baru datang pukul 11.00 WIB. Setelah itu, pukul 13.00 WIB, nama seperti Sunarto, Alfarizi, Beny dan Ryuji, mesti meet and greet. “Jadwalnya padat, sedangkan mereka harus cepat-cepat juga ke acara lain. Setelah kami mengatur semua peralatan, syuting pun harus segera berjalan,” ujar Didit Prasetyo, Sutradara Video Klip Uklam-uklam. Yang menolong para pemain Arema untuk berakting, lagu Uklam-uklam ini sangat identik dengan bahasa walikan. Khas yang digunakan Arek Malang. Misalnya dalam bait pertama lagu, lirik yang disampaikan seperti ‘nawak-nawak nuwus ilakes, menemani saat hati lemes atau saat-saat jebles. Tapi, umak nawak ulales kadit ojir kadit masalah’. Selain itu, untuk tempat tujuan uklam-uklam dalam single tersebut, juga sangat dikenal oleh penggawa Arema. Misalnya Taman Singa, Balaikota, Soekarno Hatta, Kayu Tangan, Comboran, Museum Brawijaya, Splendid, Boldi dan Gajayana. Tempat-tempat ini pun bisa jadi lebih dikenal ketika banyak penggemar Tani Maju maupun Aremania, menonton serta mendengarkan videonya. Dalam mengatur Alfarizi dkk, juga tidak mudah. Hanya Arif Suyono yang diakui sudah memiliki gambaran akan memegang alat musik apa, selama pembuatan video klip. “Arif hanya bilang, memilih sebagai penyanyi. Nah, padahal lakon utamanya kan Hendro. Yang lain justru bingung,” beber dia. Kebetulan, Tani Maju juga memiliki dua vokalis, sehingga Arif dan Hendro pun memimpin band, dalam klip Uklam-uklam tersebut. Yang lain, sempat kebingungan akan berakting seperti apa ketika syuting. “Belum lagi, personelnya kebanyakan. Tani Maju hanya delapan orang, nah ini yang ikut syuting sembilan pemain,” tambahnya. Tantangan berikutnya muncul saat prosesi syuting. Juan Revi tampak kaku karena memang sebelumnya tidak pernah memegang alat musik. Begitu juga Sunarto dan Alfarizi. Sedangkan Beny, sudah asik berlaga dengan kendang yang ada di hadapannya. “Tapi, seru juga menggarap video ini. Hasilnya bisa dilihat lah, mereka sudah sangat bagus beraksi sebagai anak band,” papar dia lantas tersenyum. (stenly rehardson/han/jpg)      


TOPIK BERITA TERKAIT: #liga-indonesia 

Berita Terkait

Kiper Menjadi Striker

Liga Indonesia

Liga 1 2018 Lebih Baik dari Musim Lalu

Liga Indonesia

Bentrok, 4 Suporter Sepakbola Luka-luka

Liga Indonesia

Stadion Mandala yang Tak Lagi Angker

Liga Indonesia

Resmi, Tiga Bintang Sriwijaya Hengkang ke Malang

Liga Indonesia

IKLAN