Alexa Metrics

Gubernur Lemhannas Terima Audiensi DPP Banteng Indonesia

Gubernur Lemhannas Terima Audiensi DPP Banteng Indonesia

indopos.co.id – Bertepatan dengan hari lahir Bung Karno, Senin, (6/6) DPP Barisan Penegak Trisakti Bela Bangsa (Banteng Indonesia) diterima audiensi dan diskusi kebangsaan bersama Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Pur) Agus Widjojo yang merupakan putra dari pahlawan revolusi korban tragedi 1965, Mayor Jenderal (Pur) Sutoyo Siswohardjo, di Gedung Trigatra, Kantor Lemhannas, Jakarta.

Agus Widjojo mengatakan, berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 37 tahun 1964, Presiden pertama, Ir. Sukarno menetapkan tanggal 20 Mei 1965 sebagai hari berdirinya Lembaga Pertahanan Nasional disingkat Lemhannas (menjadi Lembaga Ketahanan Nasional tahun 1983) dengan fungsi utama sebagai penyelenggara pendidikan program pendidikan Kursus Reguler dalam upaya menyelamatkan dan melestarikan cita-cita proklamasi kemerdekaan dan tujuan bangsa Indonesia serta kelangsungan hidup bangsa dan negara Indonesia ditengah-tengah percaturan politik dunia.

“Jadi tugas pokok Lemhannas yakni melaksanakan pendidikan pimpinan tingkat nasional, pengkajian strategik ketahanan nasional dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan,” kata Agus Widjojo.

“Melihat begitu mulianya latar belakang kelahiran nya untuk melestarikan dan mengisi cita-cita proklamasi kemerdekaan maka Lemhannas harus mampu mengintegrasikan dan mensinergikan seluruh komponen masyarakat baik Aparatur Sipil Negara, TNI, Polri, pimpinan politik maupun organisasi kemasyarakatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum DPP Banteng Indonesia, I Ketut Guna Artha didampingi jajaran pengurus DPP Banteng Indonesia dan pengurus Komando Nasional Komakkar Banteng Indonesia menyampaikan aspirasinya untuk mendorong revitalisasi tugas dan fungsi pendidikan yang diselenggarakan Lemhannas sebagai berikut; Lemhannas harus mampu melahirkan pemimpin yang nasionalis (berwawasan nusantara), humanis (berpandangan universal/prikemanusiaan ) dan progresif (mampu melakukan terobosan);

“Lemhannas harus mampu memperkuat ideologi Pancasila sebagai falsafah dasar bernegara (filoshopische grondslag) yang bersumber dari pidato Bung Karno 1 Juni 1945 dengan konsepsi Kebangsaan, Internasionalisme/Prikemanusiaan, Mufakat/Demokrasi, Keadilan Sosial dan Ketuhanan yang berkebudayaan yang selanjutnya dirumuskan menjadi sila-sila dalam pembukaan UUD 1945,”kata Guna Artha.

Untuk melahirkan pemimpin yang berwawasan nusantara, sebagai lembaga kajian strategis Lemhannas harus berperan menempatkan sejarah Indonesia secara utuh dari masa keemasan Nusantara dimana dalam pidato Bung Karno 1 Juni 1945 menegaskan Kebangsaan Indonesia adalah kebangsaan yang menyeluruh.

“Sebagai lembaga kajian yang bersifat konsepsional, Lemhannas diharapkan menjadikan Marhaenisme (antitesa neokolonislisme dan neolibralisme) sebagai materi pendidikan kepemimpinan,” pungkas dia. (rmn)



Apa Pendapatmu?