Rabu, 26 September 2018 09:57 WIB
pmk

Indosport

Persipura Jayapura Mulai Menunjukan Permaiananya Di Pekan Ke 5

Redaktur:

indopos.co.id - Setelah lima pekan pagelaran gelaran Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo Persipura Jayapura mulai menjanjikan. Dalam dua partai terakhir, Persipura mendapatkan kemenangan atas Persela Lamongan dan Perseru Serui. Namun, Persipura masih memiliki pekerjaan rumah. Terutama sektor depan tim berjuluk Mutiara Hitam baru menghasilkan 3 gol hingga pekan ke-5 gelaran ini. Bahkan, dalam dua partai terakhir Persipura baru mendapatkan dua gol. Satu gol diantaranya dicetak dari titik putih ketika Persipura menjamu Persija Jakarta di Mandala. Sementara, juru gedor Persipura dihuni pemain-pemain tinggi jam terbang dan pengalaman. Tercatat, mereka Boakkay Eddy Foday dan James Koko Lomell. Dua pemain tersebut sudah lama malang melintang di pentas sepak bola nasional. Selain dua nama tersebut, ikon Persipura, Boaz Solossa menjadi andalan. Keberhasilan Persipura hingga merebut gelar ISL 6 kali tidak lepas dari sosok Boaz. Striker yang identik dengan nomor 86 tersebut masih menjadi tulang punggung di barisan depan. Bahkan, di era ISL yang bergulir sejak 2008-09, Boaz mampu 3 kali menjadi top skorer yakni pada 2008/09, 2010/11, dan 2013. Selama kompetisi terhenti, Boaz sempat keluar dari Persipura. Dia pernah berkostum Pusamania Borneo FC (PBFC) di ajang Piala Presiden tahun lalu. Boaz bahkan sempat mengadu nasib ke Timor Leste sebelum kembali ke pangkuan Persipura di Torabika Soccer Championship presented by IM3. Boaz mengutarakan permintaan maaf kepada para pendukung belum bisa memberikan sentuhan terbaik untuk Persipura. Menurut Boaz, salah satu alasan belum bisa mencetak gol adalah, strategi parkir bus lawan yang sangat ketat. Itu terjadi ketika Persipura bermain imbang tanpa gol kontra Bali United, awal Mei lalu. "Ketika itu lawan lebih menunggu untuk melakukan serangan balik," kata striker Timnas Indonesia itu dilansir dari Antara. Namun, Boaz tidak sepenuhnya bisa disalahkan, melihat kecenderungan tim-tim peserta Torabika Soccer Championship presented by IM3 yang cenderung menerapkan strategi bertahan total dan mengandalkan serangan balik untuk menekan lawan. Terlepas dari performa sang bomber, menurut sang pelatih, Jafri Sastra, Boaz sosok penting di dalam skuat. Bukan semata gol yang ditunggu, lebih dari itu, Boaz memainkan peran ganda untuk membuat Mutiara Hitam semakin kompak dan solid. Sejak 2004, pemain jebolan PON Papua itu tidak pernah tergantikan. Mengawali karier profesional dari tim junior Persipura, Boaz selalu menjadi pemain reguler Persipura hingga kini. Jafri memandang, sang pemain tidak tergantikan. "Buat saya Boaz adalah seorang kapten Persipura, ada atau tidak ban kapten di lengannya. Dia memang sosok pemimpin dalam tim, karena senioritas atau pun pengalamannya," ujar mantan pelatih Mitra Kukar tersebut dilansir dari FourFourTwo. (amd)


TOPIK BERITA TERKAIT: #persipura-jayapura 

Berita Terkait

Borneo FC Protes, Persipura Kecewa

Liga Indonesia

PS Tira vs Persipura, Jalan Sulit untuk Bangkit

Liga Indonesia

Mutiara Hitam Lepas Tiga Pemain Lokal

Liga Indonesia

Kembalinya si Anak Hilang Persela

Liga Indonesia

Kembali ke Pelukan Mutiara Hitam

Liga Indonesia

IKLAN