Minggu, 23 September 2018 04:23 WIB
pmk

Headline

Ramadan, PKL Menjamur di Ibu Kota

Redaktur:

indopos.co.id - Ramadan selain bulan penuh berkah, juga ajang menangguk rejeki. Tapi bila tidak diawasi maka bisa dipastikan menjamurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di penjuru Ibu Kota akan mengganggu kenyamanan publik. Seperti membuat macet jalanan. Tidak terkecuali di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI diminta tegas melakukan penertiban agar para PKL  itu tidak merugikan aktivitas warga. Apalagi, bukan rahasia umum banyak ’main’ mata antara PKL dan petugas. ”PKL yang menjamur selama Ramadaan ini melanggar aturan. Misalnya di kawasan Tanah Abang Jakarta Pusat, banyak PKL yang tumpah ruah di trotoar dan sebabkan kemacetan lalu lintas,” ujar Jupan Royter, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta, kemarin (5/6). Jupan sangat menyayangkan, karena para PKL selalu melakukan pembenaran terhadap tindakannya. ”Kami ingatkan dengan cara persuasif dan humanis, hingga tegas, saya harap masyarakat peduli dan taat hukum,” ungkapnya juga. Dijelaskannya lagi, aturan yang dilanggar pedagang adalah, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Lebih jauh, Jupan juga memperingatkan anak buahnya untuk bertindak tegas kepada PKL yang membandel. Salah satu caranya adalah dengan mewanti-wanti personel Satpol PP untuk tidak kongkalikong atau menerima uang dari para PKL. Apabila aturan itu ditaati, maka petugas di lapangan tak akan sungkan menertibkan PKL. ”Saya enggak ingin Anda bentrok dengan anak buah saya. Dia punya anak, Anda punya anak, sama-sama cari makan. Sama-sama tulang punggung keluarga, kalau bentrok kan keluarga jadi susah,” kata Jupan juga. Dia juga mengingatkan anak buahnya untuk melakukan tindakan persuasif kepada pedagang. Para pedagang tidak perlu dikejar. Namun jika mereka membandel, langsung ditindak dengan tegas. Selain itu, dia juga menginstruksikan para personel Satpol PP untuk bersiaga sebelum para pedagang berjualan. ”Kalau mereka (pedagang) bandel, lo angkat aja (dagangannya). Lebih bagus lagi kalau mereka pergi, jadi kami utamakan kesadaran masyarakat,” ketusnya juga. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) juga menegaskan, PKL tidak bisa terus membuat macet jalanan Jakarta, termasuk kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Hingga kini, menurut Basuki, PKL kerap berdagang turun ke jalan raya dan membuat macet. ”Nggak mungkin jalanan kami tiap hari kamu tutup,” ucapnya. Gubernur yang akrab disapa Ahok itu mengaku sedang mempertimbangkan pemberian sanksi tegas kepada PKL yang bersikeras berdagang di jalan raya. Ia juga mengancam akan menggugat bos oknum penyewa lapak PKL tersebut. ”Kalau mereka masih ngotot seperti ini, ini kan ada bosnya nih yang nyewain. Kami lagi cari dasar hukum untuk menggugat mereka atas tindakan korupsi, karena menjadikan lahan negara untuk dijual dan disewakan,” ujar juga mantan anggota DPR asal Partai Golkar ini. Dikabarkan pada Kamis (2/6) lalu, terjadi kericuhan dalam penertiban PKL di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.Sejumlah pedagang dibantu warga sekitar melakukan perlawanan sehingga menyebabkan personel Satpol PP terluka. Akibatnya, Satpol PP batal melakukan penertiban. ”Kami hanya mau cari makan pak, kebutuhan pada Ramadan dan Lebaran sangat besar. Kalau tidak jualan kami tidak tahu mau mencari nafkah dengan cara apa lagi,” keluh Upik, salah satu PKL di Tanah Abang saat hendak ditertibkan. (wok)


TOPIK BERITA TERKAIT: #ramadhan 

Berita Terkait

Trump akan Adakan Buka Puasa Bersama

Internasional

Marah Dengar Tadarusan, WN Prancis Minta Maaf

Megapolitan

Ramadan, Vani Van Gojay Berburu Pahala

Indotainment

Yovi and Nuno Beramal dengan Lagu

Indotainment

IKLAN