Selasa, 20 November 2018 07:09 WIB
pmk

Jakarta Raya

Ahok Larang Siswi Kenakan Jilbab

Redaktur:

indopos.co.id - Sejumlah sekolah negeri di DKI memberlakukan kewajiban berjilbab bagi siswinya. Namun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Ahok mementahkan aturan tersebut. Gubernur yang akrab disapa Ahok itu justru melarang sekolah negeri di Ibu Kota memaksa siswinya mengenakan jilbab. Larangan itu disampaikannya saat mantan Bupati Belitung Timur itu memberi pengarahan kepada 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi, Sabtu (4/6). Menurut Ahok, larangan itu sudah pernah dia terapkan saat menjadi Bupati Belitung Timur pada 2006. ”Tempat saya itu, 93 persen muslim. Tiba-tiba, semua guru mewajibkan semua muridnya berkerudung. Padahal, kerudung itu kan panggilan iman,” ujar Ahok. Dikatakan, jika tidak merasa dipaksa maka silahkan siswi  mengenakan jilbab. ”Tetapi Anda tidak bisa memaksa semua anak pakai kerudung,” tegas juga mantan anggota DPR asal Partai Golkar tersebut. Ahok juga meminta agar larangan ini tidak kemudian dihubung-hubungkan dengan anggapan bahwa dia anti-terhadap agama Islam. Karena baginya, jilbab bukan merupakan lambang dari agama Islam. ”Kalau kita mau berdebat, orang Kristen sama Yahudi juga pakai kerudung,” ujar Ahok lagi. Dirinya  tidak mau berdebat ke masalah teologi. Tetapi kalau mengajarkan anak seperti itu, tidak boleh. ”Kalau mengajarkan anak kamu mesti khatam (menamatkan) Al Quran saat usia 12 tahun, saya dukung dan dorong habis,” ujar Ahok. Menurut Ahok, larangan sekolah mewajibkan siswinya menggunakan jilbab karena sering kali siswi yang bersangkutan tidak menggunakannya secara serius. Dia pun mencontohkan pengalamannya saat masih menjadi Bupati Belitung Timur. ”(Jilbab) yang dipakainya yang kayak serbet. Malah mungkin lebih bagus serbet di dapur saya. Begitu keluar dari sekolah naik motor bapaknya, langsung dibuka,” kata Ahok lagi. Menurutnya juga, guru harus mengajarkan yang baik-baik. Sampai nanti siswi berpikiran pakai kerudung adalah bagian dari akhlak yang baik sebagai seorang muslim. Maka dia akan sadar dan memakainya. ”Dia akan pakai dengan terhormat. Bukan dia pakai terus pas keluar (sekolah) dia buang. Bukan dia pakai, tetapi kelakuannya mempermalukan agama,” tuturnya juga. (dni)

TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

Target PAD Reklame Tak Tercapai

Megapolitan

Mabes Polri: Situasi Sudah Terkendali

Headline

Martir (Hidup) Itu Bernama Novel Baswedan

Opini

Asyik, Ariel Tatum Balikan Lagi Sama Mantan

Indotainment

IKLAN