Minggu, 23 September 2018 07:09 WIB
pmk

Politik

Kalkulasi Kader Golkar Jika Reshuffle, Idrus Menteri, Roem Kono Sekjen

Redaktur:

JAKARTA, indopos.co.id - Posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar diprediksi akan dialihkan kepada Roem Kono yang saat ini menjabat Korbid Kesra. Pasalnya, jabatan yang saat ini diduduki Idrus Marham itu hanya bersifat sementara karena menunggu jabatan menteri. Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyatakan, Idrus Marham Sekjen DPP Partai Golkar tidak akan berlangsung lama. Pasalnya, ada jabatan yang lebih bergengsi menunggu Idrus. “Idrus jadi Sekjen hanya transit saja menjelang Presiden Joko Widodo mengumumkan reshuffle kabinetnya,” ungkapnya kepada wartawan saat dihubungi, Minggu (5/6) kemarin. Dia menyatakan, setelah reshuffle diumumkan dan Idrus masuk kabinet, tempat yang dtinggalkannya diisi oleh Roem Kono yang juga saat ini menjabat Ketua Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI. “Melalui reshuffle, Idrus masuk dalam kabinet. Sekjen Golkar menurut saya akan dipegang oleh Roem Kono,” tegasnya. Idrus, kata Qodari, sepertinya akan diberi untuk bertugas di salah satu kementerian yang secara langsung bersentuhan dengan keseharian politik. “Menurut saya, Idrus akan diplot untuk jabatan kementerian yang setiap harinya mengurus politik,” pungkasnya. Politisi Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengaku, perombakan di dalam kepengurusan Golkar dalam waktu dekat bukanlah hal yang tidak mungkin. Idrus Marham pun akan menjadis seorang menteri pada reshuffle jilid II nantipun juga bukan hal yang mustahil. Dia menguraikan, dengan masuknya Golkar sebagai partai pendukung pemerintah, sudah menjadi konsekuensi bagi Presiden Joko Widodo untuk membicarakan ikhwal ‘jatah’ politik yang diterima partai beringin pada pemerintahannya. “Konsekuensi dari pilihan itu tentu harus ada pembicaraan dengan presiden, saya tidak tahu persis bentuk dukungan itu otomatis terkonversi kursi kabinet atau tidak, kan selama ini pak Jokowi mengatakan bahwa dukungan parpol selama ini tidak identik dengan bagi-bagi kursi,” bebernya kepada wartawan saat dihubungi, Minggu (5/6). Menurut Doli, posisi Golkar saat ini dalam keadaan menunggu perhitungan Presiden Joko Widodo terhadap dukungan yang terkesan dipaksakan oleh pemerintah itu sendiri, dimana awalnya Golkar berada di luar pemerintahan. Yang jelas, sambung dia, Presiden Jokowi sudah mendapat dukungan resmi dari Golkar dan itu diputuskan di Munaslub dan tinggal sekarang apa yang diberikan konkret oleh presiden atas dukungan itu. Sebelumnya, Partai Golkar telah menyiapkan tiga nama untuk masuk bursa menteri pada reshuffle kabinet jilid II nanti. Mereka yakni, Korbid Ekonomi Airlangga Hartarto; Sekjen Idrus Marham,  dan Korbid Pembangunan Daerah Zainudin Amali. Pasalnya, dikabarkan partai beringin bakal mendapatkan jatah menteri pasca memberikan dukungan kepemerintah. "Memang terdengar bahwa ada kemungkinan partai golkar semacam jatah menteri 1-2 orang kader Golkar pada kabinet Jokowi-JK, tapi itu semua berpulang kepada pak Presiden Jokowi sendiri,” ungkap Agung Laksono, Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar kepada wartawan saat dihubungi, Jumat (3/6) lalu. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #partai-golkar 

Berita Terkait

IKLAN