Jumat, 21 September 2018 09:05 WIB
pmk

Indosport

Skuad Terbaik Austria dalam Enam Dekade

Redaktur:

Indopos.co.id- AUSTRIA memulai perjalananan di Euro 2016, tepatnya lewat kualifikasi grup G, dengan menahan imbang Swedia dengan skor 1-1 pada 8 September 2014. Kemenangan itu memang terjadi di depan publiknya, sendiri, Ernst-Happel Stadion, Wina. Namun, semua mata langsung menoleh ke sana, seolah tidak percaya. Benarkah itu?  Apakah performa keren itu hanya ledakan dan sensasi sesaat, lalu setelah itu tenggelam lagi? Rupanya sensasi itu terus berlanjut hingga akhir kualifikasi. Austria lolos ke Euro 2016. Bukan asal lolos, tapi sebagai juara grup! Unsere Burschen, sebutan Austria, tidak terkalahkan di babak kualifikasi. Bahkan, laga melawan Swedia di partai pembuka menjadi satu-satunya momen mereka kehilangan poin. Selebihnya, Swedia, Rusia, dan Montenegro dihabisi oleh David Alaba dkk. Euro 2016 kedua Austria ini pun jadi makin spesial. Karena Christian Fuchs dkk lolos dengan keringat sendiri. Bukan seperti saat Euro 2008, ketika mereka lolos dengan jatah tuan rumah bersama Swiss. Dari skuad Das Team (sebutan lain Austria) di Euro 2016, hanya empat pemain yang bermain di kompetisi domestik. Sisanya menimba ilmu di kompetisi Jerman. Sebut saja bintang belianya, David Alaba yang ditempa oleh kerasnya Bundesliga bersama Bayern Muenchen. Ada juga Martin Harnik bersama VfB Stuttgart dan Zlatko Junuzovic yang menjadi salah satu pemain kunci Werder Bremen. Tak hanya itu. Mereka punya sang kapten Christian Fuchs yang menjadi salah satu aktor di balik terwujudnya kisah Cinderella Leicester City di Premier League. Penampilan defender 30 tahun itu begitu matang, membuat barisan pertahanan Austria makin tenang. Sang pelatih Marcel Koller kepada ESPN mengatakan skuadnya merupakan pilihan terbaik. Rata-rata sudah berusia matang, atau setidaknya dimatangkan oleh di kompetisi elite Eropa.  Kalaupun ada kejutan, mungkin hanya bergabungnya Valentino Lazaro. Pemain asal RB Salzburg itu terakhir membela Austria dua tahun silam. ''Nama-nama inilah yang akan membuktikan bahwa kami tidak asal ikut Euro,'' kata Koller. Penuh optimisme Koller menggaransi inilah skuad terbaik setelah 62 tahun lalu, atau saat Austria merangsek ke peringkat ketiga Piala Dunia 1954. Austria tak bisa diremehkan karena kini mereka masuk dalam sepuluh besar dunia. Seperti halnya Jerman dan Prancis yang sukses berkat multikulturisme, Austria pun mulai berjalan ke arah sana. Alaba kepada SID mengatakan timnya untuk pertama kalinya setelah tertimbun dalam ingatan sepak bola Eropa sedemikian lama, mereka siap bangkit. ''Kami mungkin tidak termasuk dalam favorit bursa juara. Namun kalau memandang sebelah mata kekuatan tim kami itu akan menjadi kesalahan besar,'' tutur pemain 23 tahun itu. Alaba melihat optimisme yang begitu tinggi dari rekan-rekan setimnya. Justru karena mereka dianggap kuda hitam, anak asuh Marcel Koller tersebut bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Concern terbesar justru datang menjelang kickoff Euro akhir pekan ini. Koller harus sangat berhati-hati karena catatan mereka pasca kualifikasi justru buruk. Sejak November, mereka hanya menang uji coba melawan Albania dan Malta. Saat menjalani friendly melawan Turki dan Swiss, mereka kalah. Juga saat menjamu Belanda dini hari kemarin (4/6), ketika Austria menyerah 0-2. ''Tidak ada alasan untuk menjadi takut atau ragu-ragu. Kami masih punya waktu (untuk berbenah,'' kata Koller kepada harian berbahasa Jerman Sportnet. ''Ini tes yang bagus. Kami bermain melawan tim yang lebih kuat dari segi teknik. Kami belajar banyak, itu benar. Tapi saya sama sekali tidak meragukan skuad saya,'' tegasnya. (dra/na)


TOPIK BERITA TERKAIT: #total-football 

Berita Terkait

Kunjungi Indonesia, Keluarga Del Piero Sempat Khawatir

Total Football

Transfer-Transfer Gagal di Bursa Musim Dingin

Total Football

Rasanya Berbunga-bunga, seperti Lukisan yang Nyata

Liga Indonesia

Raih Ballon d'Or 2017, Rekor Messi Disamai Ronaldo

Total Football

Viktoriya Gameeva, Dokter Spartak yang Cantik nan Cerdas

Total Football

IKLAN