Akses HTR Masih Rendah

MALANG, indopos.co.id – Pembangunan hutan tanaman rakyat (HTR) bisa menjadi soko guru pembangunan industri kehutanan di masa mendatang. Pasalnya HTR yang diupayakan untuk memperbaiki tutupan lahan ini dibangun tanpa mengkonversi hutan alam, namun dampaknya akan mengangkat kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

“HTR Bertujuan mengentaskan kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja baru,” kata Sekjen Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Bambang Hendroyono usai menyampaikan disertasinya di Universitas Brawijaya, Malang, akhir pekan lalu.

Hanya sayangnya, akses masyarakat terhadap pengelolaan HTR hingga saat ini masih jauh dari target yang semestinya. Dari penncadangan areal yang ditetapkan sepanjang tahun 2011-2015 sebesar 746.220 hektare (ha), perizinan yang dikeluarkan kepala daerah baru mencapai 26,06 persen atau 196.464 ha dan penanaman yang dilakukan masyarakat baru 14.390 ha atau 16,73 persen.

Nah, untuk menggenjot produktivitas HTR, Bambang menyampaikan, perlu digeber lagi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah daerah, yang salah satunya dengan mempermudah akses masyarakat mengelola HTR. “Kepala daerah harus memahami aspek pemberdayaan masyarakat dalam mengawal dan mendampingi masyarakat untuk mengelola HTR,” cetusnya.

Baca Juga :

Proses pendampingan, lanjut dia, mesti dimulai dari perencaan areal HTR, pelaksanaan membangun hutan tanaman hingga tahap monitoring keberhasilan. Kepala daerah juga harus menunjukkan komitmen yang kuat terkait peningkatan produktivitas HTR. (lum)

Komentar telah ditutup.