Senin, 19 November 2018 12:31 WIB
pmk

Fokus

Dihantam Badai Cyclone, Indonesia Bantu Pemerintah Fiji Pulihkan Negara

Redaktur:

indopos.co.id - Perdana Menteri (PM) Fiji Josaia Voreqe Bainirama menyambut hangat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) Willem Rampangilei. Josaia sangat berterima kasih atas bantuan pemerintah dan warga Indonesia pada musibah badai dahsyat Cyclone Winston yang menimpa Fiji, 20 Februari lalu. Suhendro Boroma, Fiji "Kami senang dan berterima kasih atas kunjungan Anda," kata Josaia di kantor PM di Suva, Fiji, (6/6). "Salam hangat dari Presiden Joko Widodo," kata Willem sambil menjabat tangan erat dan bersahabat tangan kepala pemerintahan Fiji itu. PM Josaia menerima Willem di kantornya, gedung tua berumur lebih dari 100 tahun di pusat kota Suva, ibukota Fiji. Di ruang kerjanya sekitar 3X6 meter, PM Josaia berdialog akrab dan menjamu Willem sekitar 30 menit. Willem didampingi Dubes RI untuk Fiji Gary RM Jusuf, Inspektur Utama BNPB Bintang Susmanto Noortjahjo, Deputi Bidang Penanganan Darurat BPNP Tri Budiarjo, dan Kepala Bidang Hukum dan Kerjasama BNPB Dicky Fabrian. Diketahui, Fuji baru saja diterpa badai dahsyat Cyclone Winston 20 Februari lalu. Badai yang menghembuskan angin berkecepatan 230 km/jam selama sepuluh menit dan 285 km/jam dalam semenit itu memporak-poranda kepulauan Fiji. Dilaporkan, 42 orang tewas, 400 ribu rumah rusak, sekitar 350 orang atau 40% penduduk Fiji menderita. Total kerugian mencapai USD 1,4 miliar (hampir Rp20 triliun). Indonesia turut memberi bantuan kemanusiaan senilai USD 5 juta. Bantuan tersebut berupa USD 1 juta dalam bentuk tunai dan USD 4 juta untuk membangun kembali sekolah, laboratorium, asrama, dan gereja di Queen Victoria School Lawaki, Tailevu, sekira 67 km dari Suva. Selain bertemu PM Josaia, Willem menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Menteri Pembangunan Pertanian, Pedesaan, Maritim dan Penanggulangan Bencana Nasional Fiji Inia B Seruiratu. MoU tersebut mencakup kerjasama dan bantuan dalam pengelolaan risiko bencana, pelatihan, iptek, penerapan teknologi informasi dan pengembangan early warning system. "Indonesia punya pengalaman dan keahlian dalam penanggulangan dan pengelolaan bencana. Kami akan belajar banyak dan bertukar pengalaman yang bermanfaat untuk mengurangi risiko bencana di Fiji," kata Menteri Inia usai menandatangi MoU di kantornya. "MoU ini menandai lompatan kerjasama dan hubungan bersahabat antara Fiji dan Indonesia," katanya. "MoU ini didasarkan atas persahabatan yang erat antara kedua negara dan memberi manfaat bagi pengurangan risiko bencana di Fiji maupun di Indonesia," ujar Willem. Usai menandatangani MoU, Willem dan Menteri Inia berkunjung ke Queen Victoria School yang menjadi lokasi bantuan Indonesia. Di kompleks persekolahan dengan sistem boarding school itu masih tampak kerusakan akibat badai Cylone Winston, Februari lalu. Kompleks sekolah yang indah dan strategis itu kini sudah mulai pulih. "Gedung Gereja yang ditargetkan selesai 1 bulan kami rampungkan 3 minggu," kata Mayor CZI Abdillah Arief, Komandan Yonif Zipur 9 Kostrad Bandung yang memimpin 100 pasukan TNI merehabitasi dan membangun kembali Queen Victoria School Lawaki. Bangunan induk, ruang belajar, laboratorium dan asrama siswa dijadwalkan akan rampung 25 Agustus. "Tugas dan tanggung jawab kalian sangat mulia. Membawa misi kemanusiaan dan demi nama harum negara dan bangsa Indonesia," kata Willem saat memberi pengarahan kepada prajurit TNI yang mendirikan tiga tenda besar BNPB di lokasi kegiatan. Queen Victoria School merupakan salah satu sekolah ternama di Fiji. Sekolah yang menggabungkan sekolah dasar dan sekolah lanjutan beserta asrama itu dalam satu kompleks telah meluluskan ribuan murid. Beberapa di antaranya menjadi tokoh-tokoh dan pemimpin Fiji. "Saat bencana melanda Fiji Februari lalu, banyak negara yang membantu. Kita (Indonesia) memilih membantu membangun sekolah ini," kata Tri Budiarto, Deputi Kepala BNPB Bidang Penanganan Darurat yang melakukan survei awal penentuan lokasi bantuan Indonesia. "Negara-negara lain banyak yang berminat membantu sekolah ini. Tapi Indonesia yang lebih dulu dan disetujui Pemerintah Fiji," kata Dubes Gary RM Yusuf. Fiji merupakan negara terkemuka di kawasan Pasifik Selatan. Memiliki pengaruh dan wibawa yang kuat di antara negara-negara rumpun milanesia seperti Papua Nugini, Salamon Island, Vanuatu, New Caledonia, Samoa, Tonga dan Tavalu. "Persahabatan Fiji dan Indonesia sudah sejak lama. Kami berharap hubungan dan kerjasama di berbagai bidang makin erat di masa datang," kata Menteri Inia. (*)

TOPIK BERITA TERKAIT: #boks 

Berita Terkait

IKLAN