Sabtu, 22 September 2018 08:20 WIB
pmk

Fokus

Kejagung Selidiki Penjualan Barbuk

Redaktur:

indopos.co.id - Kejaksaan Agung (Kejagung) diam-diam menyelidiki perkara dugaan penjualan barang bukti (barbuk) milik Rustian, terdakwa korupsi yang diputus bebas oleh Mahkamah Agung (MA), pada 2005 lalu. Barang bukti tersebut terdiri dari tiga aset tanah yang berlokasi di Jalan Cideng Barat 92 dan Jalan Brantas No 1 dan 3 Jakarta Pusat. Kepada wartawan, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Fadil Zumhana mengaku tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan perkara tersebut ke tahap penyidikan. "Saya akan cek dulu, selama ada bukti tentu akan kita pertimbangkan itu (ke penyidikan)," kata Fadil di Gedung Bundar Kejagung, Senin (6/6). Informasi yang dikumpulkan koran ini, penyelidikan ini terkait perkara dugaan korupsi dengan terdakwa Rustian yang akhirnya divonis bebas oleh MA, 2005 lalu. Namun ketika terdakwa bebas dan ingin menguasai asetnya kembali, aset-asetnya itu diduga sudah dikuasai oleh pihak lain yaitu, Cecilia Teguh Ayu Sianawati. "Jangan ke saya, ke kuasa hukum saya aja," kata Cecilia ketika keluar dari Gedung Bundar Kejagung, Senin (6/6) sore. Sementara kuasa hukum Cecilia, Bambang Trisnanto mengaku pemeriksaan kliennya hanya untuk mengklarifikasi adanya dugaan penjualan aset tanah tersebut. "Ini klarifikasi aja barang-barang yang sudah dijual ibu Cecil,  Itu doang. Diklarifikasi aset-aset yang sudah jual, iya sudah dan ada di notaris. Itu tanda tangannya ada kok di foto-foto," singkat Bambang. Penjualan barang bukti ini berawal saat adanya kerjasama antara pemiliki Rokan Group. Saat berkejasama Rustian menyerahkan 3 buah Sertifikat HGB yang digunakan untuk sebagai jaminan agar memperoleh pembiayaan kredit perbankan. Ketiga sertifikat tersebut atas nama Irwan Santoso/Rustian (No Sertifikat 2272 dan 2508 serta 319) yang berlokasi di Cideng Barat 92 dan Jalan Brantas No 1 dan 3 Jakarta Pusat. (ydh)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kejagung 

Berita Terkait

IKLAN