Minggu, 18 November 2018 12:42 WIB
pmk

Headline

Stok Pangan Dibuat Surplus, Gelontor Daging Selama Ramadan

Redaktur:

Indopos.co.id– Target penurunan harga bahan pokok, khususnya daging sapi pada Ramadan kali ini diakui Presiden Joko Widodo belum benar-benar sukses. Meskipun demikian, Presiden masih optimistis harga-harga bisa turun sehingga bisa mengerem laju inflasi. Khusus untuk kebutuhan daging sapi, bulan ini stoknya akan dibuat surplus. Menurut Jokowi, kunci pengendalian harga daging ada pada supply and demand. Persoalannya, sebagian daging yang diimpor saat ini masih belum tiba. Sehingga, target penurunan harga tersebut masih belum bisa dilihat. ’’Sudah dimulai, tidak mungkin turun dalam satu, dua, atau tiga hari,’’ ujar Jokowi usai membuka raker Eselon II di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan kemarin (7/6). Dia memastikan bakal turun ke pasar apabila harga daging sudah sesuai yang diinginkan. Yakni, Rp 80 ribu. Kebijakan impor tersebut, selain untuk menekan harga, juga untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan daging sapi selama Ramadan. Pemerintah akan menaikkan stok daging sapi di pasaran. Logikanya, apabila demand tinggi tidak diimbangi supply yang cukup, harga pasti akan merangkak naik. ’’Tapi kalau dipasok dengan jumlah yang lebih dari cukup, harga pasti turun. Tapi nanti dilihat ya,’’ lanjut mantan Wali Kota Solo itu. Saat rapat kabinet paripurna di Istana Negara kemarin sore, persoalan harga kembali disinggung. Selama ini, kenaikan harga jelang Idul fitri selalu terjadi, hingga akhirnya seolah menjadi kebiasaan. Salah satu sebabnya memang karena naiknya permintaan. Tapi, bila suplai dikendalikan, bahkan digerojok lebih banyak, kenaikan harga tidak akan terjadi. Jokowi mencontohkan sejumlah negara yang mayoritas penduduknya beragama Kristiani. Pada saat jelang Natal dan tahun baru, justru banyak diskon besar-besaran. Di mana-mana ada diskon, alias harga-harga diturunkan. Bila di negara lain harga kebutuhan bisa turun jelang hari raya, mestinya Indonesia juga bisa. ’’Kita ini mau Idul Fitri, bisa nggak banyak diskon,’’ ucap mantan pengusaha meubel itu. Sementara, Menko Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, dari perkembangan yang ada, harga kebutuhan yang masih tinggi kenaikannya adalah gula pasir. Begitu pula dengan daging sapi, masih tetap bertahan dengan harga yang tinggi. Namun, untuk bawang merah sudah dipastikan turun. ’’Kalau beras, sama sekali tidak (naik),’’ terangnya usai rapat kabinet. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menjelaskan, untuk beberapa komoditas, pihaknya mengalami surplus. Untuk gula, mau tidak mau memang harus impor karena stoknya tidak mencukupi. ’’(Sampai) Juli, beras, stok kita dua juta ton lebih, dibandingkan tahun lalu satu juta lebih,’’ ujarnya. Minyak goreng, tuturnya, tersedia stok 1,8 juta ton. Di saat yang sama, kebutuhan masyarakat ada di kisaran 435 ribu ton. Karena harganya masih tinggi, pihaknya membuat kesepakatan dnegan para produsen minyak goreng untuk menurunkan harga 5,5 persen. Untuk telur ayam, pihaknya mengalami surplus. Untuk kebutuhan 131 ribu ton, tersedia stok dua kali lipat. Yakni, 261 ribu ton. Di tempat yang sama, Mendag Thomas Lembong menuturkan, pihaknya sudah membuat kebijakan bersama yang mengizinkan pihak swasta untuk mengimpor daging. Berbeda dengan sebelumnya di mana hanya BUMN yang boleh mengimpor. ’’Ini akan memperlebar dan membuka jalur impor daging sapi, yang kami harapkan akan bisa dengan pesat meningkatkan pasokan daging sapi,’’ Terang Lembong. Khusus mengenai harga gula, Lembong beralasan harga gula internasional juga sedang naik. Karena itu, pihaknya sudah menugaskan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) untuk menyalurkan gula Hingga 192 ribu ton ke pasar. Sampai saat ini, sudah tersalurkan 102 ribu ton. Operasi dilakukan di sejumlah daerah, seperti Jaboidetabek, Jabar, Jateng, Jambi, Sumut, dan seumlah daerah lain. Kemudian, Kemendag menugaskan PTPN dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) untuk mengimpor raw sugar sebanyak 381 ribu ton untuk diolah menjadi gula. Kemudian, guloa tersebut akan disalurkan lewat operasi pasar dnegan harga Rp 11.500-12.000. Sedangkan, di tingkat petani sudah ada penetapan harga pokok penjualan Rp 9.100 untuk rendemen 8,5 persen. (byu/dim/dyn)

TOPIK BERITA TERKAIT: #ekonomi 

Berita Terkait

Generasi Sandwich Rentan Stres

Jakarta Raya

128 Pedagang Malam Surken Terusir

Megapolitan

Gesits Sudah Dipesan 30 Ribu Unit

Nasional

Dorong Perizinan Bagi IKM

Jakarta Raya

Terinspirasi dari Hobi Traveling

Jakarta Raya

SOS Patok Revenue Rp 1 Triliun

Ekonomi

IKLAN