Minggu, 23 September 2018 12:13 WIB
pmk

Fokus

Ketua KPPU Singgung Indikasi Adanya Kartel Daging

Redaktur:

Indopos.co.id- Di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Ketua M. Syarkawi Rauf menyinggung persoalan daging sapi yang mahal terindikasi karena permainan kartel selain panjangnya rantai distribusi. Saat ini, dia menyebut ada 55 importir yang mendapat kuota impor. ’’Tidak banyak yang dapat kuota besar, sekitar 5-7 importir besar. Ini bahan pokok penting, dan pemainnya tidak banyak. Kami awasi,’’ ujarnya kemarin. Dia memang belum tahu pasti apakah importis-importir itu berbuat nakal. Yang jelas, kemungkinan itu sangat terbuka. Pada puasa dan lebaran tahun lalu, KPPU disebutnya sudah menghukum 32 importir curang. Dia berjanji bertindak tegas karena pemerintah sudah memberikan kuasa kepada KPPU untuk bertindak tegas. ’’Saat itu, mereka terbukti secara bersama-sama menahan pasokan ke RPH yang menyebabkann pasokan daging sapi menjadi berkirang,’’ jelasnya. Untuk saat ini, KPPU masih melakukan penelitian lebih mendalam soal dugaan kartel itu. Pihaknya perlu mengumpulkan banyak data supaya di persidangan tidak gagal. Saat disinggung kenapa kartel muncul lagi, Syarkawi menyebut besar kemungkinan karena hukuman tidak membuat jera. ’’Hampir semua kartel terbentuk karena ada regulasi yang kurang pas. Awal mula selalu seperti itu,’’ dia lantas menyinggung regulasi soal pengurangan impor daging sapi dari 750 ribu ton menjadi 350 ribu ton saja. Pengurangan itu membuat importir lantas berbuat curang supaya pasokan berkurang. Dia menilai, hal yang sama terulang lagi. Oleh sebab itu, Syarkawi mengusulkan agar pemerintah mengubah regulasi impor. Dari kuota, menjad tarif impor. Hal itu sudah terbukti manjur untuk mengatasi melonjaknya komoditas bawang putih beberapa tahun lalu. ’’Penegakan hukum disetiap komoditas tidak akan bermanfast selama hulu (aturan, Red) tidak diperbaiki,’’ terangnya. Melalui mekanisme tarif itu, saat harga daging sapi mahal, tarif impor dikurangi sehingga bisa banyak. Sebaliknya, ketika harga sapi kelewat murah dan mengancam petani, tarif dinaikkan supaya impor berkurang. Selain itu, alasan klise yang disampaikan KPPU adalah panjangnya rantai distribusi. Setiap hari besar agam terutama puasa dan lebaran, distribusi menjadi makin panjang sehingga harga ikut naik. ’Kalau ada pemain besar yang menyebabkan harga tinggi dengan persekongkolan, kami akan melakukan tindakan tegas,’’ terangnya.  (byu/dim/dyn)  


TOPIK BERITA TERKAIT: #pangan 

Berita Terkait

IKLAN