Minggu, 18 November 2018 10:06 WIB
pmk

Headline

Bulog Stok Beras Vietnam

Redaktur:

Indopos.co.id- Pimpinan DPR melanjutkan lawatan ke sejumlah sentra penyedian pangan di ibu kota. Selasa (7/6), giliran gudang Bulog Divre Jakarta, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang menjadi tujuan. rombongan dipimpin langsung Ketua DPR Ade Komarudin. Turut serta Wakil Ketua DPR  Agus Hermanto dan sejumlah pimpinan Komisi IV. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari sidak sehari sebelumnya, di Pasar Induk Cibitung dan Pasar Tambun. Di sana, rombongan salah satunya mendapati stok beras beras Vietnam yang merupakan sisa impor tahun lalu. Total jumlahnya di seluruh gudang di Jakarta sebanyak 30 ribu ton. Direktur Pengadaan Bulog Wahyu menjelaskan bahwa beras Vietnam yang ada tersebut disimpan sebagai stok. Di sisi lain, penyerapan dalam negeri tetap jalan terus. Saat ini, penyerapan sudah 1,45 juta ton dari target 2 juta ton. ”Impor ini memang kebijakan pemerintah, karena ada El Nino, jadi antisipasi defisit tahun lalu,” kata Wahyu. Bukan hanya melihat stok beras, Akom -sapaan akrab Ade Komarudin- beserta rombongan juga melihat stok bawang putih dan daging beku yang juga ada di gudang tersebut. Seperti halnya saat meninjau stok beras, rombongan juga diyakinkan kalau stok daging masih aman hingga lebaran nanti. Stok daging yang ada di gudang Bulog di seluruh divre sebanyak 80 ribu ton. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan daging impor asal Australia. Daging beku tersebut dipersiapkan untuk operasi pasar murah dengan harga Rp 80 ribu per kilogram. Mengakhiri kunjungannya ke Bulog tersebut, Akom menilai harga sembako yang kerap melambung tinggi saat memasuki bulan Ramadan dan lebaran, disebabkan karena lemahnya kontrol pemerintah. Bukan hanya terhadap stok, tapi juga terhadap harga pangan. Karena hal itu lah, dia mendesak agar pemerintah bisa kembali memperbesar peran Bulog sebagai pengatur harga dan penyedia stok. Sekaligus, sebagai penjaga kualitas bahan pangan secara nasional. ”Saya selalu katakan, negara harus campur tangan, karena itu adalah perintah UUD 1945 atas pasar,” tegas Akom. Menurut dia, negara harus menguasai paling tidak 40 persen pasar sembako kedepannya. Mulai dari beras, daging, bawang, jagung, kedelai, hingga minyak goreng. ”Sisanya 60 persen silakan serahkan ke mekanisme pasar,” imbuhnya. Ade menekankan pentingnya mengembalikan fungsi dan wewenang Bulog tersebut. ”Sebab, masyarakat ingin harganya bagus, kualitasnya bagus, dan (stoknya) cukup. Setelah saya cek, ternyata beras ini kok tahun kemarin impor? Padahal kan Kementerian Pertanian bilang beras surplus,” sindir Ade. (byu/dim/dyn)

TOPIK BERITA TERKAIT: #pangan 

Berita Terkait

Manunggal TNI dan Petani untuk Pangan

Nasional

Stok Beras Jakarta Cukup untuk Dua Bulan ke Depan

Jakarta Raya

Duh, Harga Tomat di Ternate Terus Turun

Nusantara

IKLAN