Rabu, 14 November 2018 02:10 WIB
pmk

Headline

Presiden Jokowi Pastikan Tak Ada PNS yang di Pecat

Redaktur:

JAKARTA, indopos.co.id – Presiden Joko Widodo meyakinkan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap satu juta pegawai negeri sipil (PNS). Jokowi mengemukakan, kebijakan rasionalisasi dengan kata lain pemangkasan jumlah PNS bakal dijalankan secara alamiah, yaitu menyusut dikarenakan ada yang pensiun. Dia memberi contoh, umpama dalam setahun ada 120 ribu PNS yang pensiun, sementara rekrutmen CPNS baru direm, otomatis jumlah abdi negara itu bakal mengalami penurunan drastis. “Setahun misalnya pensiun 120 ribu, nanti pada tahun kelimakita hanya menerima 60 ribu. Nanti akan berkurang, akan banyak sekali, ” kata Presiden kepada wartawan selesai memberikan arahan di depan ribuan petinggi eselon II dari seluruh kementerian/lembaga, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, kemarin (7/6). Disebutkan Jokowi, memang pemerintah menginginkan anggaran belanja pegawai dapat dikurangi. Tetapi, lanjutnya, tetap saja langkah pengurangannya tak dapat dengan dirumahkan dengan kata lain PHK. Jokowi juga mengaku, pemangkasan jumlah PNS dengan cara alamiah itu memanglah tidak bisa cepat. “Ya enggak mungkin setahun diselesaikan, ” tuturnya. Disamping itu, kesempatan ratusan ribu honorer kategori dua (K2) diangkat jadi CPNS terbuka lebar. Hal tersebut menyusul masuknya agenda revisi UU Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Prolegnas 2016. “Alhamdulillah, revisi UU ASN masuk dalam Prolegnas 2016. Revisi UU ASN masuk di urutan kedua priotas?, ” ungkap Bambang Riyanto, kapoksi Badan Legislasi (Baleg) DPR. Dia mengatakan, dengan masuk ke Prolegnas 2016, bermakna pembahasan revisi UU ASN dapat dilaksanakan dengan cepat. Terlebih hanya sebagian pasal saja yang direvisi. Diantaranya batasan umur maksimal 35 sebagai ketentuan bisa menjadi CPNS. “Yang jadi kendala kan usia 35 tahun itu, nah di revisi nanti akan kami tiadakan pembatasan usia untuk honorer K2, ” ucapnya. Dia meyakini revisi bakal berjalan cepat lantaran semua fraksi miliki prinsip kuat menuntaskan permasalahan honorer K2. “Barangkali ini jadi hadiah Ramadaan untuk teman-teman honorer K2. Sebab, dengan adanya revisi, payung hukum honorer K2 akan semakin cepat dibuat. Jadi tidak ada yang mustahil bila kita berusaha dan meminta restu Gusti Allah, ” tegasnya.?(sam/jpnn)

TOPIK BERITA TERKAIT: #presiden-jokowi 

Berita Terkait

Jokowi Jenguk BJ Habibie di RSPAD

Nasional

Presiden: Idul Adha Momentum Berbagi untuk Lombok

Headline

Tanpa Iriana, Jokowi Salat Ied di Bogor

Nasional

IKLAN