Nasional

Penderita Obesitas Merangkak Naik

Redaktur:
Penderita Obesitas Merangkak Naik - Nasional

Indopos.co.id-Obesitas menjadi salah satu masalah kesehatan yang marak dihadapi masyarakat Indonesia. Angka obesitas di Indonesia kian naik dari tahun ke tahun. Data menyebutkan, pada 2012, angka obesitas di Indonesia naik hingga enam kali lipat pada pria dari tahun 2002. Sementara di kalangan wanita kenaikan jumlah penderita obesitas naik 3,5 kali lipat. "Berdasarkan Riskesdas, 20 persen pria dan 30 persen wanita mengalami obesitas di Indonesia. Obesitas dapat menyebabkan berbagai penyakit berbahaya, seperti hipertensi, diabetes, hingga serangan jantung,” jelas dr. Errawan R Wiradisuria, SpB(K)BD, selaku dokter spesialis bedah digestif Digestive Clinic Siloam Hospital Kebon Jeruk (SHKJ) di Jakarta, Selasa (7/6). Kenaikan berat badan dipicu oleh berbagai hal. Salah satunya adalah kecenderungan orang malas bergerak. "Teknologi tambah maju. Trennya sekarang itu orang nggak banyak bergerak," ulasnya. Maka itu, dunia kedokteran memiliki terobosan yang disebut sebagai Sleeve Gastrectomy. Terapi bedah ini disarankan bagi penderita obesitas yang memiliki angka Body Mass Index (BMI) di atas 30 dan penyakit penyulit (co-morbid). ”Jika penderita obesitas tidak memiliki keluhan apapun, pembedahan akan dianjurkan bila BMI menginjak angka di atas 35. Pembedahan dilakukan dengan mengecilkan lambung menjadi 25 persen. Dengan lambung yang lebih kecil maka pasien hanya membutuhkan sedikit makanan untuk menjadi lebih cepat kenyang,” bebernya. Setelah dilakukan pembedahan, lanjutnya, penderita obesitas harus menyesuaikan porsi makan dengan sistem pencernaan yang baru. Dengan pendekatan tim multidisiplin yang terdiri dari rangkaian kerjasama antara para dokter senior di bidang penyakit dalam khususnya bidang gastroenterologi dan hepatologi, radiologi, bedah saluran cerna dan minimal invasif, kanker darah, ahli gizi dan anatomi patologi dari berbagai spesialisasi dan sub spesialisasi, SHKJ turun tangan untuk menangani kasus-kasus pencernaan secara komprehensif. ”Pasien akan mendapatkan pelayanan yang holistik pada diagnosis hingga pengobatan kelainan gastrointestinal (lambung dan usus),” pungkasnya. (sic)  

TAGS

Baca Juga


Berita Terkait

Lifestyle / Pilih Telur Ayam yang Aman, Coba Pahami ini

Lifestyle / Solusi Diet Tepat dan Hidup Sehat

Lifestyle / Waspada Cegukan Berlebih, Pertanda Penyakit Serius

Nasional / Kebakaran Hutan di Kalteng Meluas

Lifestyle / Kulit Berjerawat Baiknya Jangan di-‘Filler’

Lifestyle / Makan Mi Instan Tak Baik Buat Kesehatan, Ini Alasannya


Baca Juga !.