Sabtu, 17 November 2018 08:30 WIB
pmk

Fokus

Pertengahan Juni, Bawang Merah Impor Rencana Tiba

Redaktur:

JAKARTA, indopos.co.id - Perusahaan umum Badan Urusan Logistik siap melaksanakan tugas pemerintah untuk mengimpor bawang merah sebanyak 2.500 ton. Bahkan diklaim pertengahan Juni ini bawang impor sudah tiba di Indonesia. Bukan hanya Perum Bulog, tapi ada PT Berdikari dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia yang ditugasi pemerintah membuka keran impor bawang merah sebagai fungsi stabilisasi harga pangan saat puasa dan Lebaran.
Direktur Pengadaan Bulog Wahyu menjelaskan, sesuai jadwal, pengapalan bawang merah impor pertama akan datang pada pertengahan bulan ini. Pihaknya masih melakukan negosiasi harga di 4 negara eksportir bawang yakni Filipina, Thailand, Vietnam, dan India. Kendati demikian, lanjut Wahyu, Bulog masih melihat potensi kelebihan produksi bawang merah local. Karena saat ini saja, tengah memasuki masa panen raya di sejumlah sentra bawang. Sehingga opsi penundaan impor, masih bisa dilakukan.
“Pertengahan bulan ini kalau sesuai scheduling. Sekarang masih proses negosiasi harga dan pengiriman dari 4 negara. Kita masih sambil melihat poduksi di dalam negeri. Punya pertimbangan khusus karena saat ini lagi panen, kita lebih baik beli stok dulu dari petani, kalau dirasa banyak dan mencukupi, kita bisa tunda dulu impornya,” ujar Wahyu di gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (7/6).
Mumpung lagi proses negosiasi harga dan pengiriman, lanjut Wahyu, dicari bawangnya di India, Filipina, Vietnam, dan Thailand. “Sementara baru negara-negara itu. Kami belum bisa memastikan berapa banyak bawang merah yang bisa diimpor dalam pengapalan pertama. Selain masih melihat kemungkinan surplus produksi dari panen raya, semua prosesnya masih dalam tahap negosiasi. Kita memang sudah dapat penugasan dalam stabilisasi harga. Masih nego harga, nego pengiriman, kapalnya,” pungkasnya. (ers)

TOPIK BERITA TERKAIT: #bumn 

Berita Terkait

Ini Cara BUMN Memperingati Hari Pahlawan

Headline

BUMN Realisasikan 1.500 Huntara di NTB

Ekonomi

BUMN Kebanjiran Pelamar Kerja

Ekonomi

BUMN Teken Investasi Bernilai Rp 200 Triliun

Ekonomi

IKLAN