Selasa, 25 September 2018 10:24 WIB
pmk

Jakarta Raya

DPR Dukung Satgas Pengendalian Daging Bareskrim Polri

Redaktur:

JAKARTA, indopos.co.id - Komisi IV DPR RI mendukung terbentuknya Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Bahan Pokok dan Makanan. Satgas bentukan Bareskrim Mabes Polri ini diharapkan dapat memberantas dugaan ada aksi mafia dibalik tingginya harga kebutuhan pokok khususnya daging sapi. "Kami dukung dong (pembentukan satgas, red), tapi jangan ada kriminalisasi, kalau nggak salah jangan dicari, tapi kalau salah ya berantas sesuai undang-undang," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Daniel Johan kepada wartawan saat dihubungi, Kamis (9/6). Maka itu, lanjut Daniel, Satgas ini dapat langsung mencari kebenaran terkait permainan kartel seperti juga telah diungkapkan oleh Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang di media. Diketahui, Oesman menyebut, tingginya harga daging hingga meresahkan masyarakat adalah imbas permainan sejumlah kartel. "Kita punya semangat yang sama memberantas mafia, dorongan saya pada pak Oesman ungkap saja siapa, lalu Kepolisian selidiki bener atau nggak. Cuman jangan semuanya dilemparkan ke mafia, tapi nggak jelas nggak ada tindakan," pungkasnya. Sebagaimana informasi, dalam menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri, Polri telah membentuk Satgas Pengendalian Harga Bahan Pokok dan Makanan, yang terbentuk dari tingkat Mabes Polri dan tiap Polda. Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya menyatakan, Satgas ini bertugas memantau ketersediaan bahan pokok dan mengantisipasi kenaikan harga pangan. "Tentunya hal ini diperlukan kerja sama yang intensif dan berkelanjutan baik dengan instansi lain maupun pengusaha yang berkaitan dengan kebutuhan bahan pokok," kata Agung di Jakarta, Rabu (8/7). Agung menjelaskan, Satgas telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) di lokasi feedloter (penggemukan sapi) dan rumah pemotongan hewan (RPH) di Wilayah Teluk Naga, Tangerang Kota, Selasa (7/6/2016) malam. Satgas juga melakukan peninjauan terhadap dua feedloter yaitu PT Tanjung Unggul Mandiri (PT TUM) dan PT Brahman Perkasa Sentosa (PT BPS) yang terletak di daerah Teluk Naga, Tangerang Kota. Menurut keterangan dari ke dua feedloter tersebut setiap hari dapat memotong sapi sebanyak 200-250 ekor yang dipotong di wilayah RPH (rumah potong hewan) Jabodetabek dan sebagian wilayah Jawa Barat. Berat per ekor sapi yang dipotong dalam keadaan hidup sekitar 450 kilogram (kg). Harga sapi dalam keadaan hidup per kg sebesar 43.200 untuk sapi jantan dan 43.500 untuk sapi betina. "Daging sapi tersebut kemudian oleh distributor didistribusikan ke pasar-pasar yang di wilayah Jakarta , Tangerang dan Jawa Barat," ungkap Agung berdasarkan informasi feedloter. (aen)


TOPIK BERITA TERKAIT: #kenaikan-harga-sembako 

Berita Terkait

Bawang dan Tomat Dipasok dari Luar

Nasional

Polda Sita 18,9 Ton Bawang Merah India

Harga Cabai dan Bawang Terus Meroket

Nasional

IKLAN