Minggu, 23 September 2018 02:18 WIB
pmk

Headline

Waspada, Takjil Kandungan Rodamin

Redaktur:

indopos.co.id — Miris, masih ada oknum pedagang yang tega mencampurkan bahan berbahaya didalam makanan. Hal itu ditemukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumbar bersama Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Payakumbuh saat melakukan inspeksi di kawasan pasar pabukoan Payakumbuh, Rabu(8/6). Tim BPOM mulai mengambil sekitar 22 sampel makanan di kawasan Pasar Pabukoan sejak pukul 15.00 WIB, kemarin. Setelah melakukan uji laboratorium di mobil operasional BPOM Sumbar, ternyata satu sampel makanan mengandung pewarna tekstil yang berbahaya sejenis Rodamin B. "Melihat hasil itu, kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap pedagang yang menjual makanan tersebut. Hanya saja tidak ditemukan bukti Rodamin B di tempat pengolahan makanan pedagang tersebut,"ungkap Kepala BPOM Sumbar, Zulkifli, kepada Padang Ekspres (GROUP INDOPOS), kemarin. Kendati demikian, Zulkifli bersama tim Dinas Kesehatan, yakin pedagang yang menggunakan bahan berbahaya tersebut, benar adanya. Sebab terlihat bercak warna di dinding dapur tempat pengolahan makanan sejenis "Kolak Dalimo" berwarna tersebut, pada dinding."Kita sudah koordinasikan dengan Dinkes dan pihak Kepolisian Resort Payakumbuh,"t ambah Zulkifli. Zat berbahaya yang ditemukan dalam sampel makanan itu, positif mengandung Rhodamin B dengan senyawa klorin (cl) yang merupakan senyawa halogen berbahaya dan reaktif."Jika tertelan, maka senyawa ini berusaha mengganggu kestabilan tubuh dengan cara mengikat senyawa lainnya hingga menjadi racun yang membahayakan kesehatan,"tegas Zulkifli. Bahan makanan yang diperiksa, mulai dari kerupuk, gorengan, cendol, kolak dan makanan takjil di Pasar Pabukoan Kota Payakumbuh lainnya. Tepisah, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Riau juga menemukan adanya makanan berbuka atau takjil yang dijual sejumlah pedagang di Pang­kalankerinci yang mengandung bahan berbahaya atau Rhodamin B. Hal ini diketahui dari sejumlah sampel makanan dan minuman saat melakukan sidak ke sejumlah pasar Ramadan di Kabupaten Pelalawan khususnya Kecamatan Pangkalankerinci, Rabu (8/6). Sidak yang digelar BBPOM Riau ini bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Riau yang menggandeng Disperindagsar Pelalawan dan Diskes Pelalawan. Dari hasil tes yang dilakukan, petugas mendapati masih banyak makanan dan minu­an yang dijual mengandung bahan berbahaya. Sementara itu, Kepala Disperindagsar Pelalawan Zuerman Das MM mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik kegiatan uji labor makanan dan minuman ini. Dan dengan ditemukan kasus ini, diharapkan kedepannya tidak ada lagi pedagang yang jual makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia. (fdl/amn/jpg)


TOPIK BERITA TERKAIT: # 

Berita Terkait

IKLAN