Jumat, 16 November 2018 12:53 WIB
pmk

Politik

Kubu Djan Sarankan Romy Bikin Partai Baru

Redaktur:

indopos.co.id - Djan Faridz Cs nampaknya tak rela bila kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pimpinan Romahurmuziy alias Romy eksis. Partai Kabah hasil Muktamar Jakarta tak ingin kubu hasil Muktamar Pondok Gede ikut dalam Pemilu 2019 mendatang. Pasalnya, kendati telah disahkan oleh pemerintah, namun legitimasinya dianggap abal-abal. "Pemilu saja belum tentu ikut tuh Romy Cs, sudah buat program yang menghayal dan lucu-lucuan," ungkap Ahmad Ghazali Harahap, Ketua DPP PPP kubu Djan Faridz, Rabu (8/6). Dikatakannya, kepengurusan yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly adalah abal-abal karena lahir dari rahim anak haram. "Yang sah secara hukum kan kami (kubu Djan Faridz, red) sesuai putusan MA 601 yang memenangkan Muktamar Jakarta," tegasnya. Apalagi, sambung Ghazali, sekarang juga lagi proses pengadilan di Mahkamah Konstitusi (MK), Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. "Saya yakin yang akan ikut pemilu adalah PPP hasil Muktamar Jakarta," tandasnya. Oleh sebab itu, Ghazali menyarankan, kepada Romy cs untuk membuat partai baru daripada capek-capek kerja politik tetapi tidak bisa ikut pemilu. "Kecuali kalau Romy cs buat partai baru, biasa saja dia ikut pemilu," saranya. Sementara, Ketua DPP PPP Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) kubu Muktamar Pondok Gede, Qoyum Abdul Jabar tak ingin menanggapi saran dari kubu Djan. Dia hanya menegaskan, PPP yang legal adalah hasil Muktamar Pondok Gede dan untuk eksis kedepan, pihaknya menargetkan perolehan 77 kursi pada pemilu legislatif. Dengan perolehan kursi tersebut, PPP setidaknya dapat menduduki posisi tiga besar. Saat ini, lanjutnya, perolehan kursi PPP di DPR hanya 39 kursi. Guna meraih target tersebut, PPP akan menggelar konsolidasi mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga tingkat kelurahan/desa. Proses konsolidasi itu ditargetkan rampung sebelum 10 April 2017. Soal pilkada serentak sebagai momentum terdekat partai, PPP juga telah membentuk Badan Pemenangan Pemilu guna merealisasikan target yang akan dicapai. "Setidaknya, ada 101 daerah terdiri atas tujuh provinsi dan 94 kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pilkada Serentak 2017," ujarnya. Sebelumnya, merubah citra dan 'branding' dari partai agama menjadi partai yang merakyat, moderat, dan mondial. Tujuannya guna menyasar para pemilih pemula agar target tiga besar dapat diraih partai Kabah di Pemilu 2019 mendatang. Wakil Sekjen DPP PPP Achmad Baidhowi mengatakan partainya telah melakukan Rapat Kerja (Raker) DPP PPP yang dilangsungkan di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur pada 3-5 Juni 2016. Rapat diikuti oleh seluruh pengurus harian, serta pengurus departemen dan lembaga. "Kita (PPP, red) mengubah citra sebagai partai agama menjadi partai yang merakyat, moderat, dan mondial. Hal itu dilakukan untuk menyasar pemilih pemula yang akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019," ungkapnya kepada wartawan di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur, Minggu (5/6). (aen)

TOPIK BERITA TERKAIT: #politik 

Berita Terkait

IKLAN