OJK Diminta Tutup Investasi Bodong

indopos.co.id – Korban investasi bodong akan berjatuhan jika pemerintah tidak segera turun tangan. Masyarakat yang tak melek finansial selalu menjadi korban para penipu berkedok pengusaha sukses yang mampu menularkan kekayaannya dalam sekejap tanpa kerja keras kepada mereka yang bermodal. Demikian yang dikatakan Affan Rangkuti, Pengurus Besar (PB) Ormas Islam Al Washliyah di Jakarta, kemarin (8/6).

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 406 perusahaan jasa sektor keuangan yang tidak terdaftar per Mei 2016. Angka ini bertambah dari 2014 sebesar 262 perusahaan. “Investasi dengan keuntungan 10-15 persen perbulan itu tidak masuk akal. Masuk akal bagi masyarakat yang tak mengerti. Karena tak mengerti, maka wajib pemerintah melindungi masyarakat yang tidak mengerti ini,” ujar Affan.

Baca Juga :

Brighton & Hove Albion Imbangi Liverpool 1-1

Dulu, antara 1998-1999 ada PT Banyumas Mulia Abadi (BMA), Hygamnet, dan New Era yang melakukan bisnis investasi seperti itu. Tiba-tiba menghilang bersama miliaran rupiah uang para membernya. Ada pula Koperasi Langit Biru dan lainnya. ”Mau sampai kapan negeri ini tidak mau belajar dari kenyataan? Jika dilihat berpotensi merugikan umat ya segera ditutup!” tegas Affan.

“Untuk itu OJK jangan seperti ada dan tiada. Tugasnya harus melindungi rakyat dari godaan para pengusaha yang siap lari. Jangan melempem! OJK harus turun lapangan dan stop bisnis ini. Jangan nunggu pengaduan dan duduk di belakang meja kantor. Berpotensi akan rugikan umat segera tutup usahanya,” kritisi Affan.

Contoh, lanjut dia, ada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) PMG di Depok yang menjadi perbincangan masyarakat dan dianggap meresahkan. ”Apabila sudah jelas data dan fakta melakukan praktek menyimpang dan meresahkan umat Islam ya segera ditutup saja. Jadi OJK jangan hanya menghimbau saja, jika sudah valid hasil investigatifnya, maka segera tutup operasional koperasi itu. Selanjutnya serahkan perkaranya kepada polisi untuk diproses hukum,” ujar Affan.

Selanjutnya, kata dia, OJK harus bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI juga jangan anggap remeh masalah ini. Itu bisa membuat umat malas kerja, makan riba dan akhirnya mempengaruhi akidah. ”Hancurlah moral umat kalau dibiarkan,” tandasnya.

Baca Juga :

Sebelumnya, Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan Departemen Penyidikan OJK Tongam Lumban Tobing mengatakan, KSP PMG di Depok hingga saat ini masih menjalankan kegiatan operasionalnya dengan menawarkan bunga kepada nasabah mencapai 10 persen per bulan. “Ini kami sedang investigasi, bunga 10 persen per bulan itu tinggi dan Pandawa Mandiri itu melayani nasabah bukan hanya anggotanya saja, seharusnya kan koperasi itu hanya untuk anggota saja,” tutur Tongam di Bogor, Sabtu (4/6) lalu. Untuk diketahui, KSP PMG adalah salah satu jasa sektor keuangan yang menjadi target OJK selanjutnya untuk dilaporkan ke pihak kepolisian. KSP PMG ini dianggap telah melakukan investasi ilegal.

Kuasa Hukum KSP PMG, Muhammad Vicky Adha mengatakan selama ini, pemilik PMG tidak pernah menyampaikan adanya bunga 10 persen. Pasalnya memang, provit yang diterima tiap-tiap anggota berbeda-beda. ”Kebetulan saja ada yang sampai 10 persen. Karena sistemnya itu bagi hasil. Yang dibawa-bawa (anggota, Red) ada yang dapat sekian-sekian,” ujarnya. (arn/jpnn)

Komentar telah ditutup.