Senin, 19 November 2018 06:59 WIB
pmk

Jakarta Raya

Haruskan Siswi Berjilbab, Kadisdik DKI: Tidak Ada Aturan Sekolah Seperti Itu

Redaktur:

indopos.co.id - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama kembali menegaskan, pihak sekolah negeri dilarang mewajibkan siswinya mengenakan jilbab. Apabila siswi ingin menggunakan jilbab, harus keinginan sendiri, dan bukan berdasarkan paksaan dari pihak sekolah. ”Sekali lagi saya katakan, penggunaan jilbab seharusnya didasarkan atas panggilan hati. Namun, yang sering dijumpai adalah pengguna yang merasa terpaksa. Jadi kami melarang pihak sekolah memaksakan penggunaan jilbab terhadap siswinya,” ujarnya, kemarin (9/6). Basuki juga mengatakan, seharusnya siswi jangan dibiarkan keluar sekolah dengan jilbab dibuka. ”Kalau mau pakai dari awal, ya lu pakai. Ini dia datang ke sekolah (pakai jilbab) karena dianggap harus pakai jilbab. Begitu keluar dari sekolah, jalan di motor terus copot," ketus gubernur yang akrab disapa Ahok ini. Dia juga mengaku lebih setuju, apabila penggunaan jilbab diawali dengan pemberian pemahaman yang mendalam kepada para siswi. Dengan cara itu, dia yakin siswi akan bisa menggunakan jilbab atas panggilan hatinya sendiri. ”Maksud saya, pemahaman Islam ini jangan sampai bikin orang terpaksa. Nanti kalau kamu sudah terpanggil, kamu tiba-tiba punya pemahaman, kalau saya enggak pakai jilbab rasanya kurang Islami, ya silakan saja,” papar juga mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Saat ini, kewajiban pemakaian jilbab terhadap siswa di sekolah negeri di seluruh Ibu Kota dilakukan setiap Jumat. Pada hari tersebut, siswi diwajibkan menggunakan jilbab disertai penggunaan baju panjang dan rok panjang. ”Itu kan tidak resmi ada edaran, tetapi semua orang dibuat harus pakai pada hari tertentu. Maksud saya itu lebih menghina agama. Kalau mau, kamu bimbing anak itu sampai khatam, ngerti (agama) dan belum tentu semua orang Islam mesti pakai jilbab, lho,” paparnya juga. Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI mengungkapkan tidak ada sekolah negeri di Ibu Kota yang mewajibkan siswinya yang beragama Islam memakai jilbab. ”Tidak ada ketentuan seperti itu,” terang Sopan Adrianto, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta. ”Ora onolah (tidak adalah),” jawabnya saat ditanya apakah ada sekolah negeri yang mewajibkan siswinya memakai jilbab. Dia juga mengatakan, kalau maksud Gubernur Ahok jangan ada pemaksaan dengan berjilbab, tapi jilbab itu panggilan hati. ”Jangan ada pemaksaan,” terangnya juga. Diterangkan Sopan, penggunaan seragam sekolah sudah diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 178 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah. Dalam Pergub dijelaskan bahwa pakaian seragam khas muslimah harus sesuai dengan agama, keyakinan dan keterpanggilan peserta didik yang bersangkutan. Kendati begitu, jika ada pihak sekolah yang mewajibkan atau melarang penggunaan seragam muslimah bagi siswinya, maka Sopan akan memanggil kepala sekolah tersebut. ”Kaseknya akan dimintai keterangan kenapa harus begitu. Seragam untuk peserta didik akan ada aturannya,” kata dia juga. Polemik mengenai jilbab siswi sekolah ini muncul, setelah sebelumnya, pada Sabtu (4/6) lalu, Ahok menyampaikan larangan kepada sekolah negeri yang mewajibkan muridnya memakai jilbab saat memberikan pemaparan di hadapan seribuan kepala sekolah TK, SD, SMP, dan SMA eselon II di lingkungan Dinas Pendidikan DKI. Bagi Ahok, memakai kerudung atau berhijab adalah keputusan pribadi masing-masing perempuan. ”Ada yang menafsirkan harus pakai, ada yang merasa tidak. Itu lebih baik daripada saya melihat anak-anak dipaksa pakai jilbab, begitu naik motor sama bapaknya langsung dicopot. Itu bagi saya menghina agama. Saya enggak bisa terima. Anda kalau mau pakai jilbab, pakai jilbab yang benar. Bukan karena seragam sekolah,” tandasnya. (wok)

TOPIK BERITA TERKAIT: #pendidikan 

Berita Terkait

Merajut Kebersamaan untuk Sesama

Jakarta Raya

Moms, Ini Cara Mendidik Anak di Era Digital

Jakarta Raya

Caleg PSI Dorong Pendidikan Anti - Korupsi

Nasional

Harumkan Nama Kampus di Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi

kampus kreatif

Ilmuwan UI Diganjar Penghargaan Risetdikti 2018

kampus kreatif

Entrepreneur Week, Hasilkan Wirausaha Muda Inovatif

kampus kreatif

IKLAN