Sabtu, 17 November 2018 03:41 WIB
pmk

Jakarta Raya

Miris, Masih Banyak Makam Fiktif di Ibu Kota

Redaktur:

indopos.co.id - Dinas Pertamanan dan Pemakaman (Distamkam) DKI gencar memasang poster tentang inovasi layanan pemakaman. Poster berisi tentang retribusi pemakaman yang terjangkau hingga gratis. Namun itu tidak membuat puas Gubernur DKI Basuki T Purnama alias Ahok. Dia menilai sosialisasi itu belum maksimal. Malah Basuki mengungkap dari sisi lain yaitu banyak ditemukan makam fiktif di DKI. ”Belum, belum,” jawabnya ketika ditanya apakah sosialisasi Distamkam DKI soal retribusi pemakaman sudah maksimal. ”Sistemnya. Ya kita pengin sistemnya itu pakai pendataan posisi makam. Itu yang belum selesai. Karena kita temukan banyak sekali makam-makan yang fiktif. Jadi ada batu nisan segala macam itu belum pasti itu ada isinya,” ungkap Ahok. Bahkan makam fiktif tersebut menurut Ahok banyak yang berada pada posisi strategis. Lalu, oknum menjualnya kepada ahli waris. ”Kalau ada yang nyogok (untuk memakamkan), itu ditaruh di depan. Makanya sekarang kita mau petakan, kita ada sistemnya, supaya kelihatan siapa yang minta,” ujar gubernur yang akrab disapa Ahok itu di Balai Kota Pemprov DKI, kemarin (9/6). Ahok mengaku, sosialisasi transparansi retribusi pemakaman itu harus tetap disosialisasikan. ”Oh tetap, tetap kita harus sosialisasi. Kita bertahap kok. Pelan-pelan orang pasti akan mengerti kok,” ujarnya. Sekarang yang paling penting sosalisasi tersebut membangun persepsi di masyarakat. ”Persepsi orang kan, sudahlah, sekarang PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Red) juga begitu, kalau ada oknum yang nakal kalau enggak nyogok, enggak lancar,” imbuhnya. Dikatakan, evaluasi akan terus dilakukan Pemprov DKI. Mulai kepala dinas hingga pegawai di Distamkam DKI. Sangat terbuka kemungkinan yang masih menerima suap akan dicopot. Distamkam DKI Jakarta memasang poster-poster retribusi pemakaman di DKI Jakarta. Poster itu menjelaskan biaya retribusi yang cukup terjangkau dan layanan yang banyak gratisnya. Bila ada yang dipungli, silakan melapor. Sebelumnya mantan Bupati Belitung Timur itu sempat marah-marah soal banyaknya pungli di pemakaman. Bahkan oknum pegawai terang-terangan meminta pungli untuk membayar cicilan mobil dan rumah dengan nilai yang cukup besar. Peristiwa ini terjadi di sela-sela pemaparan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman, Ratna Dyah Kuniati dalam rapat pimpinan mingguan yang dipimpin Gubernur Ahok pada Senin 28 Maret 2016 di Balai Kota Jakarta. Ratna saat itu tengah memaparkan soal laporan pungli di dinas yang dipimpinnya. ”Ini dulu saya sampaikan kenapa bisa ada pungli di TPU, karena ada kepala TPU yang pungli,” kata Ahok dengan nada tinggi. Menurut Ahok, jika kepala TPU lurus otomatis anak buahnya juga lurus. Karena itu Ahok membutuhkan kepala TPU yang jujur dan berani. ”Ini yang selalu saya bilang, ini taman malingnya gila-gilan lalu disangkal enggak ada. Hukumanya jelas pemecatan udah,” ujar Ahok. Dia lalu mengambil handphone miliknya dan memutarkan sebuah rekaman oknum PNS yang meminta uang kepada seorang warga. ”Mau kasih berapa? Yang penting cukup bayar angsuran mobil 3 bulan, sama angsuran BTN dua bulan,” ujar oknum pegawai Dinas Pertamanan dan Pemakaman itu sambil tertawa. Setelah memutar rekaman itu, Ahok mengulang statemen oknum tersebut. ”Jadi terserah Anda mau kasih berapa, ya bisa buat cicilan mobil 3 bulan sama angsuran BTN 2 bulan. Ini suara Kepala TPU Petamburan,” kata Ahok. Kemarahan Ahok usai memutar rekaman percakapan tersebut membuat semua yang hadir terdiam. ”Semua kepala TPU sama, mau saya rekam semua nanti,” tegasnya. Ahok kemudian meminta agar oknum yang terlibat pungli dipecat. ”Nanti saya usulkan, Pak," kata Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman Ratna Dyah Kuniati. Ahok layak marah adanya pungli tersebut, sebab biaya sewa pemakaman per 3 tahun yang diatur dalam Perda nilainya cukup terjangkau yaitu mulai gratis hingga Rp 100 ribu. Per 1 Januari 2016, biaya pemakaman bagi orang miskin gratis dan ahli waris mendapatkan santunan Rp 850 ribu. (dni)

TOPIK BERITA TERKAIT: #dki-jakarta 

Berita Terkait

Calon Wagub DKI Harus Mau Kerja Keras

Jakarta Raya

DKI Jakarta Tuan Rumah MTQ Korpri IV

Jakarta Raya

Presiden Minta Gubernur Lanjutkan MRT

Jakarta Raya

IKLAN